2.12.13

DATA FLOW DIAGRAM ( DFD)

A. PENJELASAN DFD.

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. 

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


B. FUNGSI DFD.


Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
  • Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

C. KOMPONEN DFD.


DFD memiliki 4 komponen yaitu:

1. Proses.
  • Menggambarkan bagian dari sistem yang mengubah input menjadi output.
  • Disimbolkan dengan lingkaran.
  • Pemberian nama untuk proses dapat dilakukan dengan menggunakan satu kata tunggal atau kalimat sederhana.
2. Alur Data.
  • Menandakan perpindahan data dari suatu bagian ke bagian lain.
  • Di simbolkan dengan anak panah.
  • Di beri nama di bagian samping anak panah.
3. Data Store.
  • Untuk pengumpulan data.
  • Simbol 2 garis horizontal sejajar secara parallel.
  • Menunjukan nama filenya.
  • Suatu alur ke data store dapat di artikan sebagai writing,updating atau deleting.
4. Terminator.
  • Merupakan sumber atau tujuan alur data.
  • Di kenal sebagai entity atau external entity.
  • Di simbolkan persegi panjang.
  • Dapat berupa 1 atau sekelompok orang.
D. SYARAT – SYARAT PEMBUATAN DFD.

Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
  1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
  2. Pemberian nomor pada komponen proses.
  3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
  4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
  5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.
E. PENGGAMBARAN DFD.

Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :

1. Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat di sistem.
2. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar.
3. Buat Diagram Konteks (diagram context). Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya :
  • Tentukan nama sistemnya.
  • Tentukan batasan sistemnya.
  • Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
  • Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.
  • Gambarkan diagram konteks.
4. Buat Diagram Level Zero. Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :
  • Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan diagram level zero. ( Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses)).
5. Buat Diagram Level Satu. Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
  • Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan DFD level Satu. (Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya).
6. DFD Level Dua, Tiga, ... . Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level satu.




Sumber : 



3.11.13

DFD WARUNG AGEN

DFD di bawah ini merupakan DFD dari Warung Agen yang sistemnya sudah di bahas di tulisan Sebelumnya...!!!


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI part 2

5. MEMAHAMI DAN MENDESAIN DATA AKUNTANSI.

A. MENDOKUMENTASIKAN FILE TRANSAKSI.

a. Pedoman untuk Mengidentifikasi Perlunya Tabel Transaksi :
  • Tentukan kejadian – kejadian di dalam proses.
  • Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat di dalam sistem.
  • Keluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencangkup penggunaan data yang telah dicatat di dalam SIA.
  • Keluarkan kejadian pemeliharaan.
b. Kejadian dan Tabel Induk.

Biasanya, sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan tabel transaksi maupun tabel induk. Daftar berikut ini akan diperluas dengan menambahkan tabel induk kas dan buku besar.
  • Barang / jasa.
  • Agen.
  • Kas.
  • File induk buku besar.
Salah satu alasan pembuatan tabel induk adalah untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan.

B. ATRIBUT dan HUBUNGAN.

a. Kunci Utama.

Kunci utama (primary key) adalah atribut – atribut yang secara unik mengidentifikasikan record di tabel. Ketika record ditambahkan ke tabel, setiap record digunakan sebagai nilai kunci utama yang hanya mengidentifikasikan record tersebut.

b. Kunci Asing.

Kunci utama (foreign key) adalah field di tabel yang merupakan kunci utama di beberapa tabel lainnya. Kunci asing digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya dan juga di gunakan untuk menghubungkan dua kejadian yang terjadi dalam suatu urutan.

c. Hubungan Antatabel.

Kardinalitas hubungan menunjukkan berapa banyak keterjadian dari satu jenis entitas (kejadian, sumber daya atau pelaku) dihuungkan dengan jenis entitas lainnya.
  • Hubungan satu dengan satu.
  • Hubungan satu dengan banyak.
  • Hubingan banyak dengan banyak.
C. PENDESAINAN DATA dengan DIAGRAM KELAS UML.

Empat langkah dasar yang perlu diambil untuk mengembangkan desain data dengan menggunakan diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel (file) transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel(file) induk yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Tentukan hubungan antartabel.
  • Tentukan atribut yang diperlukan.
  • Hubungkan tabel – tabel terkait dengan menambahkan kunci asing ke salah satu pasangan dalam hubungan tersebut.
6. MEMAHAMI DAN MENDESAIN QUERY DAN LAPORAN.

A. QUERY.

Query adalah elemen penting basis data relasional. Bahasa query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yang lebih terstruktur.
  • Structured Query Language (SQL) merupakan bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional.
  • Query by Example (QBE) suatu pendekatan yang lebih sederhana, meskipun kurang kuat, untuk berkomunikasi dengan basis data. Perancangan menentukan output yang diinginkan dari satu tabel atau lebih dengan menggunakan sebuah grid.
B. SPESIFIKASI QUERY.
  • Query Satu Tabel.
  • Query Banyak Tabel.
C. JENIS – JENIS LAPORAN.
  • Laporan Daftar Sederhana (Simple List Report ). Daftar transaksi penjualan.
  • Laporan Perincian yang Dikelompokkan (Grouped Detail Report ). Daftar transaksi penjualan yang dikelompokan menurut jenis produk yang dijual, dengan subtotal untuk setiap jenis produk.
  • Laporan Ringkasan (Summary Report). Hanya memberikan ringkasan angka – angka penjualan, seperti total penjualan untuk setiap produk, tanpa mendaftar masing – masing transaksi penjualan.
  • Laporan Entitas Tunggal (Single Entity Report). Seperti faktur penjualan hanya memberikan perincian mengenai satu kejadian.
a. Tata Letak Laporan.
  • Header halaman (page header). Dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak dibagian atas setiap halaman.
  • Kotak label dan kotak halaman. Kotak label (label box) menampilkan teks deskriptif dan tidak terpengaruh oleh data didalam tabel. Kotak teks (text box) menampilkan data yang diambil dari tabel.
  • Mengelompokkan atribut. Laporan berkelompok adalah laporan yang dikelompokkan menurut sesuatu.
  • Header kelompok (group header). Dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang umum bagi kelompok tersebut.
  • Perincian kelompok. Transaksi yang berkaitan dengan kelompok disebutkan di bagian perincian kelompok. 
  • Footer kelompok (group footer). Dapat digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat di dalam laporan yang dikelompokkan.
b. Isi Laporan.

Perancang harus menganalisi kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yang perlu dimasukkan di dalam setiap laporan. Lalu, tabel yang memuat unsur – unsur data yang diperlukan untuk laporan tersebut haru diidentifikasikan. Informasi laporan dapat juga dipilih berdasarkan kriteria.

D. LAPORAN KEJADIAN.
  • Daftar Kejadian Sederhana (Simple Event List) menyediakan daftar kejadian yang sederhana selama suatu periode waktu yang disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokkan atau subtotal.
  • Laporan Perincian Kejadian Dikelompokkan (Grouped Event Detail Reports) menampilkan daftar kejadian selama suatu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen.
  • Laporan Ringkasan Kejadian (Event Summary Report) meringkas data kejadian menurut berbagai parameter. Contohnya adalah penjualan yang diringkas menurut bulan atau penjualan yang diringkas menurut pelanggan.
  • Laporan Satu Kejadian (Single Event Report) menyajikan perincian mengenai satu kejadian. Sering kali, laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok.
E. DAFTAR ACUAN dan LAPORAN STATUS.

a. Daftar Acuan (Reference List) hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk.
b. Laporan Status (Status Report) menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status perincian berkelompok (grouped detail status report) menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasaatau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan.
  • Laporan ringkasan status (summary status report) mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status satu barang / jasa / agen (single products / service / agen status reports) biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas.
F. LAMPIRAN.

Menggunakan Pola Navigasi untuk Mendesai Query.
  • Identifikasi record yang memenuhi kondisi tertentu.
  • Identifikasi record dimana nilai pada atribut satu tabel sesuai dengan nilai beberapa atribut di tabel lainnya.
7. MEMAHAMI DAN MENDESAIN FORMULIR.

A. PERLUNYA FORMULIR.

Formulir menyajikan antar muka (interface) yang mudah digunakan untuk pengguna akhir. Pengguna akhir tidak harus mengetahui desain tabel atau mencari tabel – tabel yang diperlukan untuk menyimpan data mengenai kejadian tertentu.

B. HUBUNGAN ANTARA FORMULIR INPUT DAN TABEL.

Terdapat tiga hubungan antar tabel dan formulir :
  1. Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel.
  2. Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih.
  3. Dua tabel atau lebih untuk mencatat data di satu tabel.
C. JENIS – JENIS FORMULIR INPUT.

  1. Formulir Entri Satu Record (Single Record Entry Form) Hanya menampilkan satu record pada satu waktu. Formulir ini digunakan untuk menambah, menghapus atau memodifikasi data di satu record satu tabel tertentu.
  2. Formulir Entri Bentuk Tabel (Tabular Entry Form) menyediakan desain seperti kertas kerja untuk memasukkan banyak record di satu table.
  3. Formulir Entri Multitable (Multitable Entry Form) digunakan untuk menambahkan data ke lebih dari satu table.
D. CARA – CARA ENTRI DATA.
  • Agen internal mengetik data.
  • Agen internal memilih data untuk dimasukkan dengan menggunakan table pencarian (look-up table), tombol radio (radio button) atau kotak cek (check box).
  • Agen internal memindai kode batang (barcode) produk atau kartu identifikasi pelanggan.
  • Pengguna memasukkan data dengan menggunakan formulir di situs Web perusahaan. 
8. INTERAKSI DENGAN FORMULIR.

A. ELEMEN – ELEMEN ANTARMUKA FORMULIR.

Elemen antarmuka formulir (form interface elements) merupakan objek – objek pada formulir yang digunakan untuk memsaukkan informasi atau melakukan tindakan.
  • Kotak teks (text box).
  • Label.
  • Fitur pencarian (look-up feature).
  • Tombol perintah (common button).
  • Tombol radio (radio button).
  • Kotak cek (check boxes).
B. MENINGKATKAN AKURASI dan EFISIENSI ENTRI DATA.

Sepuluh pengendalian berikut ini dapat digunakan pada formulir entri untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi entri data.
  • Kunci utama.
  • Fitur pencarian.
  • Pemindaian.
  • Pemeriksaan record (record checking).
  • Konfirmasi (confirmation).
  • Integritas referensial.
  • Pemeriksaan format (format checks).
  • Aturan validasi (validation risk).
  • Default.
  • Melarang field kosong.
9. MENDESAIN FORMULIR.
  • Mengidentifikasi dan mendokumentasikan formulir yang diperlukan.
  • Menggunakan formulir entri data satu record.
  • Menggunakan formulir satu record.
  • Menggunakan formulir entri data bentuk table.
  • Menggunakan formulir entru multitable.

SUMBER : V.Rama Dasaratha / L.Jones Frederick."SISTEM INFORMASI AKUNTANSI".2008.Salemba Empat.Jakarta

29.10.13

SISTEM PADA WARUNG AGEN DENGAN DIAGRAM AKTIVITAS UML

Warung Agen yang merupakan salah satu bentuk UKM dalam bidang penjualan barang. Pelayanan pada konsumen dilakukan secara manual. Dimana, setiap ketersediaan barang dagang di gudang dicek dan diperiksa langsung oleh petugas / karyawan gudang, sedangkan ketersediaan barang dagang di warung toko di cek dan diperiksa oleh petugas toko tersebut.

Dimana jika ketersediaan barang yang ada di toko / warung sedang menipis atau tidak ada. Maka, petugas toko akan meminta barang dari gudang. Karyawan gudang selalu memesan barang – barang dagang dari para supplier.

Setiap penjualan barang dagang akan selalu dicatat dalam buku catatan dan kemudian setiap hari menjelang tutup, petugas toko akan membuat laporan penjualan yang akan diserahkan kepada manajer atau ke kepala toko tersebut.

Berikut ini Diagram Aktivitas UML pada Warung Agen :





28.10.13

KONSEP DATABASE MULTILEVEL

A. Pendahuluan.

Database multilevel merupakan sistem yang kompleks. Dalam database multilevel terdapat relasi-relasi. Relasi-relasi ini mengikuti aturan-aturan tertentu. Multilevel yang melekat pada database disini menunjukkan bahwa database memiliki level-level yang membedakan satu obyek database dengan obyek database lainnya. Level-level ini diperlukan untuk menentukan subyek yang boleh mengaksesnya.

B. Arsitektur Sistem Database.

a). Trusted computing based subset.

Arsitektur ini pertama kali didokumentasikan oleh Thomas Hinke dan Marvin Schaever di System Development Corporation. Sistem database ini dirancang untuk sistem operasi Multics dengan tujuan agar sistem operasi tersebut menyediakan semua kendali akses. Rancangan ini mendekomposisikan database multilevel ke dalam beberapa atribut dan tuple single-level dengan atribut-atribut yang memiliki sensitivitas yang sama tersimpan bersama pada segmen-segmen sistem operasi single-level.

b).Terdistribusi dengan replika data secara penuh.

Arsitektur ini menggunakan distribusi secara fisik dari database multilevel untuk mendapatkan pemisahan mandatory dan kendali akses yang kuat. Arsitektur ini menggunakan banyak pengolah database back-end untuk memisahkan database ke dalam fragmen-fragmen sistem-high. Pengolah front-end menjadi media semua akses user kepada database multilevel dan kepada pengolah database back-end single-level.

Pengolah front-end bertanggung jawab untuk mengarahkan queries ke pengolah database yang benar, memastikan tidak ada arus informasi yang salah, menjaga konsistensi data antara fragmen-fragmen database yang direplikasi, dan memberikan respon query pada user yang tepat. Sebagai tambahan pengolah front-end juga bertanggung jawab terhadap identifikasi dan otentifikasi user, dan proses audit.

c). Terdistribusi dengan replika data secara variabel.

Arsitektur ini membolehkan data untuk didistribusikan dan direplikasikan menurut kebutuhan penggunaan aktual. Pendekatan ini digunakan dalam proyek sistem database Unisys Secure Distributed.

d). Integrity-Lock.

Terdiri dari tiga komponen:
  • § Proses front-end untrusted. Proses ini bertanggung jawab untuk melakukan query parsing dan memproses respon yang akan dikirimkan kepada end user.
  • § Proses trusted filter. Bertanggung jawab untuk melakukan enkripsi dan dekripsi obyek-obyek dan label-labelnya, melakukan identifikasi data-data yang dikembalikan oleh proses data management, dan melakukan downgrading obyek-obyek yang dikembalikan kepada end user.
  • § Proses data manager. Untuk mengambil semua tuple sesuai dengan kriteria seleksi. 

e). Trusted subject monolisthic.

Pendekatan berdasarkan kernel-kernel trusted operating system untuk melakukan access control enforcement mengorbankan beberapa fungsionalitas sistem database untuk mendapatkan mandatory assurance yang lebih tinggi.

C. Masalah Polyinstantiation.

Pada relasi basis data multilevel jika kita menaikkan clearance dari seorang user maka ia akan memperoleh sebagian informasi yang seharusnya ia tidak mendapatkannya. Sebaliknya jika kita menurunkan clearance dari seorang user maka ia tidak mendapatkan akses informasi yang seharusnya ia mendapatkannya. Dengan demikian, setiap user dengan clearance yang berbeda melihat realitas yang berbeda pula. Selanjutnya, perbedaan realitas ini harus tetap koheren dan konsisten.

D. Integritas.
Batasan-batasan integritas menentukan kondisi-kondisi pada relasi antara suatu data dan data lainnya, sementara batasan-batasan keamanan menentukan pemisahan antara suatu data dan data lainnya. Jika batasan integritas diberlakukan pada suatu data pada beberapa level keamanan yang berbeda, maka akan terjadi konflik langsung antara integritas dan keamanan.

Sumber :

17.10.13

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI part 1

1. MENGENAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
A. PROSES BISNIS dan SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
Proses bisnis (business Process) adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Para akuntan memanfaatkan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi. Siklus transaksi (transaction cycles ) mengelompokan kejadian – kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Kejadian ( events ) adalah adalah aktivitas yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Terdapat tiga siklus transaksi utama :
  • Siklus pemerolehan / pembelian ( acquisition / purchasing cycle ) adalah proses pembelian dan pembayaran untuk barang – barang atau jasa.
  • Siklus konversi (conversion cycle ) adalah proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang – barang dan jasa.
  • Siklus pendapatan ( revenue cycle ) adalah proses menyediakan barang atau jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Sistem informasi manajemen – SIM (management information system – MIS ) adalah suatu system yang menangkap data tentang satu organisasi, menyimoan dan memelihara data, serta menyediakan informasi yang berguna bagi manajemen. Sedangjan sistem informasi akuntansi – SIA ( accounting information system – AIS ) sendiri dapat dipandang sebagai bagian dari SIM organisasi.

B. LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
Sebagaimana dibahas sebelumnya, sebernarnya SIM merupakan seperangkat subsistem. Semua subsistem ini bersifat penting dan informasi yang berbeda diperlukan untuk menjalankan fungsi – fungsinya.
Sebagai contoh, Departemen Produksi perlu memelihara informasi tentang pesanan, jadwal produksi dan persediaan. Departemen Pemasaran perlu mencatat data mengenai tren pesanan pelanggan, nama dan alamat. Departemen SDM memerluka akses ke informasi tentang persyaratan jabatan, kualisifikasi karyawan dan jadwal pelatihan.
SIA munelusuri sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan unit dan mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran gaji dan jam kerja. Tumpang tindih substansial di dalam kebutuhan informasi muncul karena subsistem menggunakan data mengenai proses – proses bisnis mendasar yang sama. Banyak perusahaan kini berusaha untuk mengkonversi sistem informasi mereka yang terpencar penjadi sistem perencaan sumber daya perusahaan ( enterprise resource planning – ERP system ). ERP adalah suatu sistem manajemen bisnis yang mengintegrasikan semua aspek proses bisnis perusahaan.

C. PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
a. Membuat Laporan Eksternal.
Untuk menghasilkan laporan – laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, dan badan – badan pemerintah, dan yang lain.
b. Mendukung Aktivitas Rutin.
Untuk menangani aktivitas operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan itu. contohnya antara lain menerima pesana pelanggan, mengirimkan barang dan jasa dan sebagainya.
c. Mendukung Pengambilan Keputusan.
Untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada semua tingkat dari suatu organisasi. Seperti mengetahui produk – produk yang penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling banyak melakukan pembelian.
d. Perencanaan dan Pengendalian.
Untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian informasi mengenai anggaran dan biaya standar disimpan oleh sistem informasi dan laporan dirangcang untuk membandingkan angka anggaran dengan jumlah aktual.

e. Menerapkan Pengendalian Internal.
Pengendalian internal ( internal control ) mencakup kebijakan – kebijakan, prosedur – prosedur dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset – aset perusahaan dari kerugian atau korupsi dan untuk memelihara keakuratan data keuangan.

D. PERAN AKUNTAN dalam HUBUNGANNYA dengan SIA.
a. Akuntan sebagai Pengguna.
Para akuntan dan manajer keuangan menggunakan sistem akuntansi untuk semua fungsi menyusun laporan eksternal, menangani transaksi rutin dan lain – lain.
b. Akuntan sebagai Manajer.
Para manajer bertanggung jawab mengatur karyawan dan sumber daya untuk membantu suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Di oraganisasi – organisasi kecil, tanggung jawab dari manajer akuntansi mencakup tidak hannya mengatur pencatatan dan pelaporan informasi akuntansi, tetapi juga mengelola sistem informasi secara keseluruhan.

c. Akuntan sebagai Konsultan.
Akuntan yang sudah berpengalaman dapat menyediakan jasa konsultasi di banyak bidang, termasuk sistem informasi, perencanaan keuangan perorangan, akuntasi international, akuntansi lingkungan dan akuntansi forensik.

d. Akuntan sebagai Evaluator.
Akuntan menyediakan bermacam java evaluasi yang berfokus atau bergantung pada sistem informasi akuntansi.

e. Akuntan sebagai Penyedia Jasa Akuntansi dan Perpajakan.
Akuntan menggunakan peranti lunak akuntansi guna menyusun laporan keuangan untuk klien – klien kecil dan peranti lunak perpajakan guna memberikan jasa – jasa perpajakan untuk klien – klien mereka.


2. PROSES BISNIS DAN DATA SIA
A. PROSES dan KEJADIAN BISNIS.
Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus transaksi utama :
a. Siklus pemerolehan / pembelian ( acquisition / purchasing cycle ) mengacu pada proses pembelian barang dan jasa. Siklus pemerolehan dari organisasi dengan jenis yang berbeda pada dasarnya besifat sama karena kebanyakan mencakup di dalamnya sebagian atau semua operasi berikut ini :
  • Mendiskusikan dengan para pemasok.
  • Memproses permitaan.
  • Membuat perjanjian dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa mendatang.
  • Menerima barang atau jasa dari pemasok.
  • Mengakui klaim atas barang dan jasa yang diterima.
  • Memilih faktur – faktur yang akan dibayar.
  • Menulis cek.
b. Siklus konversi ( conversion cycle ) mengacu pada proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang – barang dan jasa.
c. Siklus pendapatan ( revenue cycle ) mengacu pada proses menyediakan barang dan jasa untuk para pelanggan. Siklus pendapatan dari jenis organisasi yang berbeda dapat saja sama dan mencakup di dalamnya sebagian atau semua operasi berikut ini :
  • Merespon permintaan informasi dan pelanggan.
  • Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang.
  • Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan.
  • Menagih pelanggan.
  • Melakukan penagihan uang.
  • Menyetorkan uang kas ke bank.
  • Menyusun laporan.
B. PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN dalam PROSES BISNIS.
Pedoman mengakui kejadian :
  • Kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
  • Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan suatu agen internal.
  • Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari suatu agen internal ke agen yang lain.
  • Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela / diinterupsi dan dilanjutkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setelah interupsi, seseorang di luar organisasi atau proses itu mungkin memulai proses tersebut. Sebagai alternatif, proses itu dapat dilanjutkan pada suatu waktu yang sudah dijadwalkan.
  • Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.
C. PENGORGANISASIAN DATA dalam SIA
  • Sistem manual untuk siklus pendapatan dan buku besar.
  • Arsip dalam SIA yang terkomputerisasi.
D. JENIS – JENIS FILE dan DATA.
a. File induk.
  • Menyimpan data yang relatif permanen mengenai agen – agen eksternal, agen – agen internal atau barang dan jasa.
  • File induk tidak menyediakan transaksi – transaksi individual.
  • Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan.
  • Barang dan jasa diperoleh, dibuat atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi.
  • Agen eksternal adalah orang – orang atau unit organisasi yang berada di luar perusahaan.
  • Agen internal adalah orang – orang atau unit organisasi yang bertanggung jawab atas berbagai kejadian di dalam proses bisnis.
b. File transaksi.
  • File transaksi menyimpan data tentang kejadian.
  • Biasanya mencakup suatu field untuk tanggal transaksi.
  • Biasanya mencakup informasi kuantitas dan harga.
  • Kejadian berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan pemerolehan.
c. Hubungan antara file transaksi dan file induk.
  • File pesanan memeberikan tanggal bahwa pesnan diterima.
  • Untuk mempelajari bagaimana pelanggan membuat pesanan.
  • Untuk mengetahui barang apa yang dipesan.
  • Untuk memperoleh data barang yang dipesan.
E. KEJADIAN dan AKTIVITAS.
a. Pencatatan.
Mengacu pada penyiapan dokumen sumber dan atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi.

b. Pembaruan.
Mengacu pada tindakan mengubah data ikhtisar di suatu file induk untuk mencerminkan pengaruh dari kejadian.

c. Pemeliharaan file.
Aktivitas pemeliharaan file menangkap dan mengorganisasi data acuan tentang file induk.


3. MENDOKUMENTASIKAN SISTEM INFORMASI.
A. DIAGRAM AKTIVITAS UML
UML ( unified modeling language ) merupaka suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. UML adalah satu dari banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat model SIA.

a. Overview activity diagram.
Menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian – kejadian penting, urutan kejadian – kejadian ini dan aliran informasi antar kejadian.

b. Diagram detailed activity.
Detailed diagram sama dengan peta dari sebuah kota. Diagram ini menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadianyang ditunjukan pada overview diagram.

B. MEMBUAT OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM.
a. Langkah pendahuluan.
  1. Membaca urutan narasi dan mengidentifikasi kejadian penting.
  2. Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas menunjukkan batasan kejadian dan nama – nama kejadian. Pedoman peamaan kejadian adalah sebagai berikut :
  • Pakailah nama umum yang mencerminkan tujuan kejadian.
  • Hindari nama – nama yang berfokus pada langkah – langkah terperinci dalan kejadian.
  • Buat menjadi spesifik.
  • Awali nama dengan kata kerja.
  • Jangan melibatkan nama karyawan atau kejadian.
b. Langkah untuk membuat diagram aktivitas.
  • Menunjukkan agen yang terlibat di dalam proses bisnis dengan menggunakan swimlanes. Swimlanes adalah Suatu kolom dalam diagram aktivitas yang memisahkan aktivitas atau kejadian menurut orang atau departemen yang bertanggung jawab atas kejadian atau aktivitas tertentu.
  • Membuat diagram untuk masing – masing kejadian.
  • Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis.
  • Menggambar table ( file ) yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis.
C. MEMBUAT DETAILED ACTIVITY DIAGRAM.
  1. Tambah penjelasan naratif untuk menunjukkan aktivitas.
  2. Buat table arus kerja.
  3. Identifikasilah diagram terperinci yang diperlukan.
  4. Untuk setiap detailed activity diagram, lakukanlah beberapa langkah pendahuluan sebagai berikut :
  • Buatlah swimlane untuk agen – agen yang terlibat pada satu atau beberapa kejadian yang ditunjukkan pada detailed diagram tersebut.
  • Tambahkan segi empat panjang untuk setiap aktivitas di dalam kejadian yang didokumentasikan pada detailed diagram tersebut.
  • Gunakan garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas.
  • Atur dokumen yang dibuat atau digunakan oleh aktivitas – aktivitas di dalam diagram itu.
  • Gunakan garis putus – putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen.
  • Dokumentasikan setiap table yang dibuat, dimodifikasi atau digunakan oleh aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom computer.
  • Gunakan garis putus – putus untuk menghubungkan aktivitas dan table.

4. MENGIDENTIFIKASI RESIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS.
A. PENGENDALIAN INTERNAL dan PERAN AKUNTAN.
Pengendalian internal (internal Control) adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen dan personel lainnya, yang dirancang untuk memeberikan kepastian yang beralaskan terkait dengan pencapaian sasaran.
Pemahaman yang baik mengenai pengendalian internal penting bagi akuntan yang berperan sebagai manajerm pengguna, perancang dan evaluator sistem akuntansi.
  • Tanggung jawab manajer mengharuskan manajemen untuk membuat sebuah pertanyaan yang menjelaskan dan menilai sistem pengendaian internal perusahaan.
  • Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusahaan sehingga dapat diterapkan dengan tepat.
  • Akuntan juga memiliki peran penting sebagai perancang prosedur pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan.
  • Dalam peranya sebagai evaluator, auditor internal dan auditor eksternal harus memahami sistem pengendalian internal.
B. KOMPONEN dan SASARAN PENGENDALIAN INTERNAL.
a. Komponen pengendalian internal.
  • Lingkungan pengendalian.
  • Penentuan risiko.
  • Aktivitas pengendalian.
  • Informasi dan komunikasi.
  • Pengawasan.
b. Sasaran pengendalian Internal.
  • Pelaksanaan.
  • Sistem informasi.
  • Perlindungan asset.
  • Kinerja
C. PENENTUAN RISIKO PELAKSANAAN.
a. Siklus pendapatan.
Risiko pelaksanaan yang umum untuk dua transaksi siklus pendapatan adalah sebagai berikut :
1. Penyerahan barang dan jasa :
  • Diperbolehkannya penjualan atau layanan yang tidak terotorisasi.
  • Penjualan / layanan jasa yang terotorisasi tidak terjadi, terlambat atau digandakan tanpa disengaja.
  • Jenis barang / jasa salah.
  • Kuantitas / kualitas salah.
  • Pelanggan / alamat salah.
2. Penerimaan kas :
  • Kas tidak diterima atau terlambat diterima.
  • Jumlah kas yang diterima salah.
Lima langkah yang bermanfaat dalam pemahaman dan penetuan risiko pelaksanaan :
  • Dapatkan pemahaman mengenai proses organisasi.
  • Identifikasikan barang atau jasa yang diberikan dan kas yang diterima yang tergolong berisiko.
  • Nyatakan kembali setiap risiko umum untuk menjelaskan risiko pelaksanaan dengan lebih tepat untuk proses tertentu yang dipelajari.
  • Beri penilaian terhadap signifikansi risiko – risiko yang tersisa.
  • Untuk risiko yang signifikan, identifikasikan faktor – faktor yang berkontribusi terhadap risiko.
b. Siklus pemerolehan.
Risiko pelaksanaan yang bersifat umum :

1. Menerima barang dan jasa :
  • Diterima barang / jasa yang tidak terotorisasi.
  • Barang / jasa yang tidak diharapkan untuk diterima, tidak terjadi, terlambat atau tanpa sengaja terjadi dua kali.
  • Jenis barang / jasa yang diterima salah.
  • Kuantitas atau kualitas salah.
  • Salah pemasok.
2. Melakukan pembayaran :
  • Pembayaran yang tidak terotorisasi.
  • Kas tidak dibayar, terlabat / membayar dua kali.
  • Jumlah yang dibayar salah.
  • Membayar kepada pemasok yang salah.
Lima langkah yang bermanfaat dalam memahami dan menilai risiko pelaksanaan :
  • Dapatkan pemahaman mengenai proses organisasi.
  • Identifikasikan barang atau jasa yang disediakan dan kas yang diterima tergolong berisiko.
  • Nyatakan kembali setiap risiko yang bermanfaat umum untuk menjelaskan risiko pelaksanaan dengan lebih tepat untuk proses tertentu yang dipelajari.
  • Berikan penilaian atas signifikansi risiko – risiko yang tersisa.
  • Untuk risiko yang signifikan, identifikasikan faktor - faktor yang berkontribusi terhadap risiko.

Sumber : V.Rama Dasaratha / L.Jones Frederick."SISTEM INFORMASI AKUNTANSI".2008.Salemba Empat.Jakarta

11.7.13

NEVER SAY I CAN’T GET IT/DO IT


Yaahhhh.,., itulah yang akan saya buat kali ini.


Kebanyakan orang “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”, yang sebenarnya kata-kata itu hanyalah sebuah pelampiasan dari seseorang yang menganggap dirinya tidak mempunyai kemampuan atau bisa dibilang tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak benar-benar diinginkannya.


Tetapi ada juga kata itu kadang digunakan untuk melampiaskan kemalasan kita saja, jadi dia mengakatakan hanya “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”. Padahal bukankah sebuah kata yang kita ucapkan itu adalah doa??. Yaahhh memang.. berarti secara tidak langsung dia mendoakan dirinya sendiri.


Padahal di dunia ini penuh dengan kemungkinan bahkan hal – hal yang tidak masuk akal pun dapat terjadi. Bukankah setiap usaha yang kita lakukan tidak menjadi sia – sia, bukankah setiap pengorbanan dibutuhkan untuk dapat tercapainya sesuatu yang diinginkan?? Hmm… tetapi itu juga asal kita yakin apa yang kita lakukan itu dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Tidak melakukan apa – apa bukan berarti adalah pilihan yang terbaik, tetapi apasalahnya jika kita mencobanya. Bukankah keberhasilan itu membutuhkan keberanian?? “Berani untuk gagal”, “Berani untuk malu”.


So…


Mulai sekarang cobalah untuk “NEVER SAY I CAN’T GET IT / DO IT”, pengorbanan itu dibutuhkan dan kegagal adalah hal yang wajar kawan !!!. Berdiri bergerak dan lakukan adalah hal yang paling terbaik dari pada diam (Don’t be silent but Doing Something).






Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI RIMBA


Seperti yang kita tahu rimba merupakan sebutan untk hutan belantara yang didalamnya banyak binatang – binatang yang ganas, dimana binatang yang kuat dialah yang akan terus melanjutkan kelangsungan hidupnya.


Yaahhh.,., cocok sekali dengan keadaan masyarakat dinegara kita sekarang ini dimana para pemimpin – pemimpin atau aparat pemerintah yang berkuasa sangat sedikit sekali memperhatikan kelangsungan hidup masyarakatnya. Padahal hukum dan peraturan sangat sering dibuat dan tak jarang hingga diganti, namun itu semua hanyalah untuk kepentingan pemimpin itu sendiri. Yang hanya mengenyangkan perut mereka saja namun tidak bagi masyarakatnya.


Ditambah lagi dengan jiwa – jiwa pemudanya dimana mereka gampang dan mudah sekali tersulut emosinya, yang bahkan hanya dengan masalah sepele mereka langsung melakukan aksi anarkisme. Padahal bukankah saat sekolah dasar kita sering mendapatkan penjelasan untuk bermusyawarah.


Hmmm,., ironisnya lagi dimana para kaum berintelek yang sedang melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan nasib rakyat malah tetap melakukan anarkisme, merusak bahkan menghancurkan sarana dan prasarana umum. Apa mereka tidak berfikir berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki itu, yang dimana biaya itu bisa digunakan untuk keperluan lain malah jadi terpakai untuk membenahi kembali sarana dan prasarana yang rusak.


Yahhh.,, apa mau dikata…,, namun dari itu semua kita jangan selalu underestimate dengan negara ini. Karena masih banyak juga orang – orang yang peduli terhadapa naegara ini dan ada juga orang – orang yang sadar akan nasib negara sehingga mereka sudah memulai untuk membenahi diri..





Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI 1001 CERITA

Itulah kalimat yang cocok untuk kondisi sekarang di negara ini. Banyak sekali cerita permasalah – permasalahan yang muncul bahkan dalam hal – hal yang bisa dibilang cukup tidak masuk diakal.


Pertama ketika hukum tidak adil dan keadilannya hanya berlaku untuk orang – orang yang berduit sedangkan orang – orang yang tidak mampu menerima imbas dari ketidak adilan. Dimana hukum seseorang yang mencuri 3 biji coklat tidak sebanding dengan orang – orang yang mencuri uang negara dan bahkan dia pun diberi pengacara untuk meringankan beban hukuman atau bahakan untuk membuatnya tidak bersalah meskipun dia tau bahwa orang itu bersalah.


Kedua ketika pengobatan hanya untuk orang – orang kaya sedangkan orang yang tidak mampu dipaksa untuk tidak sakit. Yahhh… pastinya karena alasan biaya, coba kalo kita lihat sekarang banyak RS yang meminta uang administrasinya di lunasi terlebih dahulu sebelum berobat, hhmmm… padahal kan nyawa lebih penting.


Ketiga ketika toleransi sudah luntur maka tidak adanya rasa percaya dan timbulnya rasa curiga terhadap sesama bahkan hingga sampai timbulnya konflik – konflik sosial. Hmm., ironis, padahal negara ini adalah negara yang heterogen tetapi sikap untuk saling bertoleransi bukannya semakin kuat malah menjadi sebaliknya. 


Hhhhmmmm…..


Mau bagaimana lagi itulah beberapa contoh yang mewakili dari kisah Negeri 1001 cerita yang lain. Tetapi dari itu cerita itu semua bukan berarti karena negara ini begitu rusak kita bisa pindah kenegara lain, melainkan bagaimana kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk negara ini menuju ke tempat yang lebih baik. “Dunia ini tidak ada negara yang jelek” yang membuat negara itu menjadi jelek adalah oknum – oknumnya. 
 



Karya : Riski Nugroho Putra

LIKE A ROSE FLOWER

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa negara kita ini dikenal sebagai surganya dunia. Karena memiliki segala sumber daya alam yang begitu banyak dan begitu tak terbatas. Salah satunya terdapat dalam pemandangan alam yang begitu luar biasa dan bahkan dunia pun sudah mengakuinya.


Pemandangan alam di negara ini memang tidak ada duanya dan sudah menjadi salah satu objek wisata alam yang di rekomendasikan. Tetapi itu semua sangat berkebalikan dengan keadaan masyarakat yang ada atau terdapat disekitar objek wisata itu. Ironi memang kekayaan yang tersohor tidak sebanding dengan kehidupan penduduknya.


Seperti sarana pendidikan, kesehatan yang seharusnya adalah sarana penting pun malah tidak terurus, bahkan tempat tinggal mereka pun msaih dibawah dari kata layak. Padahal sudah begitu banyak pendapatan yang diperoleh dari hasil pariwisata itu, tetapi tidak begitu berpengaruh terhadap penduduk disekitarnya.


Yahhh… karena sebab itulah bisa dibilang “SEPERTI BUNGA MAWAR” yang nampak bagus jika dilihat dari luar namun ketika kita melihat kebawahnya (ketangkainya) kita akan melihat duri – duri yang menjulang tajam.





Karya : Riski Nugroho Putra

FRIENDSHIP BRACELET


Friendship bracelet atau gelang persabatan merupakan sebuah gelang yang disusun atau dianyam sedemikian rupa dari kumpulan benang yang berwarna – warni. Friendship bracelet ini sendiri biasanya sering dibuat sebagai hadiah atau kado pertemanan. Yaaahhhhh… mungkin karena bentuk dan warnanya yang bagus dan menarik.

Faktanya ternyata dalam kebudayaan Indian, ketika diberi gelang persahabat ini, harus dipakai sampai benangnya hancur secara alami (mungkin itu untuk menyimbolkan persahabatan abadi). Dan motif-motif gelang persahabatan ini banyak di adaptasi dari motif tradisional Indian (aku suka sekali motif-motif geometris Indian juga komposisi warnanya). Sementara dalam bahasa jepang, gelang persahabatan disebut juga Misanga dan secara teknik pembuatannya masuk dalam kategori makrame atau seni tali temali.


Dalam membuat friendship bracelet sangat membuatuhkan sekali sebuah kesabaran, ketelitian, ketekunan dan kemauan untuk menyelesaikannya. Karena posisi warna benang dengan pola atau motif haruslah sama dengan yang kita inginkan. Coba kita bayangkan bagaimana jika terjadi kesalahan, maka kita harus membongkarnya lagi dan itupun tidak lah mudah. Namun bagi orang – orang yang suka dengan seni ini, sangatlah direkomedasikan. Karena sangat cocok sekali sebagai hadiah.




Sumber : http://www.designby.vitarlenology.net/2012/08/friendship-bracelets-yang-bikin.html



28.4.13

BINTANG ITU BERSINAR KETIKA GELAP


Yahh.,., ini adalah kata yang tepat untuk seorang pemuda yang mengalami kebutaan karena sebuah kecelakaan yang telah menimpanya. Tentunya bukan karena kebutaanya yang akan penulis angkat dalam tulisan ini, namun kisahnya lah yang penulis angkat.

Bahar,,, itulah nama panggilan akrab pemuda ini. Sekarang dia tengah duduk tengah menjalani study nya disalah satu Perguruan Tinggi. Sebelum insiden kecelakaan tersebut Bahar termasuk pemuda yang biasa – biasa saja, tidak jauh berbeda dengan pemuda – pemuda yang lain, bahkan bisa dibilang tidak ada yang special dari dirinya.

Walapun dia bukan anak yang special, namun dia memiliki yang luar biasa, yaitu dia ingin melanjutkan studynya ke Luar negeri dan ingin memberangkatkan Haji kedua orang tuanya.

Tetapi suatu ketika dia mendapatkan musibah yang membuatnya harus kehilangan indra penglihatanya. Yahhh…. Tentunya musibah itu membuatnya putus asa dan bahkan dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu, sudah banyak sekali yang memberikan semangat dan dukungan untuk dirinya agar tidak berputus asa. Lalu dia pun teringat tentang mimpi – mimpinya ketika masih bisa melihat dulu.

Dan membuatnya bangkit dan keluar dari keputus asaannya selama ini. Project demi project pun telah dia buat dan juga telah dia lakukan, tentunya bukan dengan hal yang mudah. Suatu ketika ada seorang teman yang mellihat kisah perjuangan hidup dirinya, orang itu pun meminta ijin kepada dirinya untuk memasukkan kisahnya ke dalam sebuah cerita (novel).

Disinilah awal titik balik dari itu semua, dia pun akhirnya menjadi seorang yang special bahkan luar biasa. Karena menjadi seorang pembicara dan seorang inspirator untuk setiap orang. Tanpa dia ketahui datanglah seseorang yang menawarkan beasiswa Stydu ke Luar negeri untuk dirinya . Tanpa pikir panjang dia pun menerima beasiswa itu, karena itu adalah salah satu mimpinya dulu. Dan akhirnya setelah sekian lama perjuangannya ini dia akhirnya bisa mewujudkan semua mimpi – mimpinya termasuk memberangkatkan Haji kedua orang Tuanya.

Karya : Riski Nugroho Putra



16.3.13

SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR

Jika dibaca judulnya terdengar aneh, lucu, dan unik memang. Yaahhh…. Apa mau dikata inilah realita yang terjadi saat ini di negeri ini. Dari tawuran sampai bentrok sering terjadi dibeberapa tempat. Entah apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti itu. Seperti sudah menjadi budaya.

Bahkan pelakunya pun tidak sedikit adalah orang – orang yang “katanya” berintelek, orang – orang yang “katanya” mengerti hukum, seperti msyarakat, pelajar, “mahasiswa”, dan terkhir bahkan sampai aparat .Apa ketika melakukan itu tidak ada sedikit rasa kasian kepada orang yang merek aniaya??? Atau apa mereka tidak berfikir berapa kerugian yang dihasilkan terhadap tidakan bodoh itu??? Kenapa tidak mengandalkan musyawarah dari pada mengandalkan emosi sesaat?? Apakah nilai – nilai bermusyawarah di negeri ini telah hilang??

Hmmmm…. Cukup ironis….!!!!

Yah tidak heran jika disamakan “SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR”.

Hahaha…. Memalukan !!!

Inilah Negeriku….!!!

Padahal dari pada mempertajam perbedaan kenapa tidak memperdalam persamaan?? Kebebasan itu bukan berarti kita dapat melakukan sesuatu seenak hati kita. Tapi kebebasan itu adalah dimana kita bisa saling merangkul beepegangan tangan satu sama lain, tanpa melihat perbedaan dan dapat melakukan sesuatu hal yang positif untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.


(Karya : Riski Nugroho Putra)

10.3.13

SO CLOSE

Perjalanan seorang anak yang terlahir dengan serba keterbatasan, bahkan diusianya yang bisa dibilang masih belum cukup dewasa dia harus tinggal dengan seorang adik dan neneknya yang tua renta karena ibu dan ayahnya pergi meniggalkannya.

Hmmm….!!!

Entah apa yang dipikirkan orang tua anak itu sehingga mereka meniggalka dia dan adiknya dengan seorang nenek yang tua renta hingga bertahun-tahun lamanya.

Hari demi hari pun mereka jalani dengan kesederhanaan ini. Anak itu selalu menagis dalam hatiya ketika dia melihat neneknya yang selalu bekerja keras untuk mencarikan dia dan adiknya sesuap nasi untuk dimakan.

Oleh karena itu dia berfikir untuk melakukan sesuatu yang bisa merubah kehidupan dia, adik, dan neneknya. Satu, dua, tiga dan beberapa tempat telah dia jejaki untuk mencari pekerjaan apapun yang bisa dia lakukan.

Kemudian dia mencoba pekerjaan menjadi seorang penjual minuman dan pelayan café disekitar rumahnya. Yah.. karena disekitar rumahnya banyak terdapat café – café. “Menyelam sambil minum air” itu yang dia tanamkan dalam hatinya. Karena café tempat dia bekerja setiap hari selalu saja ada penyanyi yang tampil di café itu, jadi dia mempunyai keinginan untuk bisa belajar tetang music dan cara bernyanyi dari penyanyi – penyanyi itu.

Butuh waktu yang lama untuk dia bisa mengusai semua tahnik – tehnik itu. Tanpa terasa diapun akhirnya bisa menguasai itu semua dan kemudia dia mencoba bernyanyi di tempat kerjanya itu, sampai – sampai dia tidak lagi menjadi pelayan karena telah di kontrak oleh manager café sebagai penyanyi tetap ditempat itu.

Tanpa terasa sudah beberapa lama dia menjadi penyanyi tetap di café itu, Kemudian keinginan barunya pun muncul yaitu ingin merasakan bernyanyi di panggung besar. Dan tempatnya itu berjarak sekitar 1 KM dari rumahnya. Dia selalu berprinsip “Susah sih, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Selama saya tidak mengatakan saya tidak bisa, pasti saya akan bisa mencapainya”.

Dengan perjuangan yang berat dan melahkan akhirnya dia bisa mencicipi benyanyi di panggung besar itu dan menjadi seorang penyanyi terkenal. Dan bisa merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih dari cukup.

Bahwa sebenarnya tidak ada jarak yang jauh untuk meraih mimpi dan cita-cita kita, bahkan jaraknya BEGITU DEKAT di depan mata kita. Tinggal seberapa keras kah kita untuk meraihnya.

(Karya : Riski Nugroho Putra)

31.1.13

PENGENALAN KONTROL INPUT/OUTPUT


A. Definisi dan Persyaratan Kontrol I/O. 
Sebuah system kontrol I/O bertujuan untuk memberikan bantuan kepada user untuk memungkinkan mereka mengakses berkas, tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. Kontrol I/O menyangkut manajemen berkas dan paralatan manajemen yang merupakan bagian dari system operasi.

B. Tujuan dari Sistem Kontrol I/O.
  1. Memelihara directori dari berkas dan lokasi informasi. 
  2. Menentukan jalan bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder. 
  3. Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpanan sekunder. 
  4. Menyiapkan berkas penggunaan input atau output telah selesai. 
C. Channel.

Pada kebanyakan system computer, cpu tidak dibebani mengenai tugas yang berhubungan dengan I/O. Tetapi tanggung jawab untuk kontrol peralatan diserahkan pada prosesor I/O, yang dikenal sebagai saluran I/O (I/O chanel).
Saluran I/O itu sendiri merupakan prosesor yang sudah deprogram. Program-program yang di execute ini disebut channel program. Channel program ini menentukan operasi, yang diperlukan untuk mengakses peralatan dan mengontrol jalur data (data pathway).


D. Macam – macam Channel. 

a. Selector Channel.

Dapat mengatur aliran data antara memori utama dengan sebuah peralatan pada saat tersebut. Karena saluran merupakan processor – processor yag cepat maka saluran selector biasanya hanya menggunakan peralatan I/O dengan kecepata tinggi, seperti disk. Penggunaan peralatan dengan kecepatan rendah, missal card reader.

b. Multiplexor Channerl.

Dapat mengatur aliran data antara memori utama dengan beberapa peralatan. Saluran Multiplexor lebih efektif bila menggunakan peralatan dengan kecepatan rendah, dibandingkan dengan selector channel. Dengan saluran multiplexor, beberapa peralatan dapat diaktifkan secara serentak, tetapi saluran harus melengkapi saluran program untuk satu peralatan sebelum memulai dengan saluran program lain.

c. Block Multiplexor Channel.

Mengatur aliran data ke berbagai peralatan. Block Multiplexor Channel dapat mengeksekusi satu instruksi dari saluran program untuk satu peralatan, kemudian dapat mengalihkan instruksi-instruksi dari saluran program itu ke peralatan yang lain.

D. Macam-macam Device

a. Dedicated Device. 

Digunakan untuk pengaksesan oleh satu orang pada setiap saat.
Contoh : Terminal.

b. Shared Device.

Digunakan untuk pengaksesan oleh banyak pemakai secara bersamaan.
Contoh : Disk.

Aktifitas I/O untuk shared device adalah sangat kompleks dibanding aktifitas I/O pada dedicated device. Dua fungsi yang sangat penting dari shared device adalah alokasi tempat dan pemberian akses yang tepat.

Sumber : Widiastuti Skom. MMSI./BerkasAkses.8