20.6.14

SMS BANKING

Apakah anda sudah mengenal SMS Banking? lalu apa sih manfaat dan pengertian dari SMS Banking ini, yuk cari tahu bersama. Layaknya sebuah teknologi, Bank-bank yang kini hadir di sekitar kita telah jauh berkembang, para pengelola Bank pun berlomba-lomba untuk memberikan banyak kemudahan bagi para nasabahnya. Salah satu fasilitas dari sebuah Bank yang kini mulai marak digunakan adalah layanan SMS Banking, apa sih SMS Banking itu?. Layanan SMS BAnking dapat kita temui di sejumlah Bank di Indonesia seperti Bank BCA, Mandiri, BRI, BNI dan tentu saja masih banyak Bank yang lainnya.

Secara sederhana, SMS Banking adalah salah satu fitur teknologi yang berupa layanan bagi nasabah bank, yang mengijinkan para nasabah untuk mengakses akun bank mereka melalui fitur SMS. Banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh SMS Banking ini, salah satu yang paling banyak digunakan adalah layanan cek saldo rekening dan transfer dana. Mudah dan sangat sederhana, itulah kelebihan dari SMS Banking, untuk dapat menggunakan layanan ini, biasanya kita harus mengikuti persyaratan tertentu tergantung dari Bank yang akan kita pakai.

Setelah kita mendapatkan layanan SMS Banking, biasanya kita diberikan cara atau instruksi untuk menggunakannya, ini juga bisa saja berbeda-beda antara Bank yang satu dengan Bank yang lainnya. Biasanya, kita dapat mengakses layanan ini melaui dua cara, bisa melalui mengirimkan SMS atau melalui sebuah Menu (dijelaskan oleh pihak Bank) melalui mengakses sebuah nomor tertentu pada sebuah handphone, biaya SMS Banking juga berbeda beda, ada yang sekitar RP.500/SMS dan yang lainnya, dan yang terpenting adalah anda harus sudah yakin bahwa nomor hp anda telah didaftarkan sebelumnya.

Kartu provider apa saja dan HP jenis apa saja, itulah mudahnya SMS banking, asalkan handphone kita bisa melakukan transaksi SMS, sepertinya kita sudah bisa menikmati layanan SMS Banking, kapan saja dan diaman saja.

Layanan apa saja yang ditawarkan oleh SMS Banking? sebenarnya cukup banyak, mungkin ini diantara manfaatnya:
  • Transfer Uang/Dana
  • Cek Saldo Rekening Tabungan
  • Informasi Tagihan, Transaksi
  • Pembayaran atas Pembelian
  • Ganti PIN, dan lain lain
Manfaat dari SMS Banking sungguh sangat besar bagi kita semua, anda bisa membayar tagihan listrik, telepon, asuransi dan lainnya melaui layanan SMS Banking ini. Sepertinya, layanan SMS Banking sangat cocok bagi anda yang ingin menikmati kemudahan dalam bertransaksi Bank, sebagai contohnya adalah anda kini tidak perlu ke ATM hanya untuk mengecek saldo di Bank anda, gunakan saja SMS Banking dan anda akan mendapatkan segala informasi yang anda butuhkan. Jika anda adalah seorang pengusaha, anda tentu pernah merasakan sibuknya proses transfer ke sejumlah klien anda, anda juga mungkin kesulitan untuk mengecek sejumlah transaksi ke Bank anda seperti pengiriman uang dari para konsumen anda, nah sekarang tidak perlu repot pergi ke ATM, SMS Banking adalah salah satu layanan yang cukup bisa diandalalkan untuk menangani beberapa hal seperti tadi, ini menarik bagi kita semua.


Berbagai layanan dan kemudahan yang diberikan oleh SMS banking ini, sangat membantu nasabah / masyarakat dalam melakukan transaksi. Sehingga para nasabah dapat mengefisienkan waktu mereka.

EMV (Europay Mastercard and Visa)

Masih dalam dunia perbankan . Kali ini akan membahas tentang EMV. Apa itu EMV?? Yuk Simak .


EMV atau Europay Mastercard and Visa merupakan suatu teknologi chip yang diharapkan bisa mengurangi tingkat fraud kartu kredit. Teknologi ini sudah dikenalkan di Indonesia sejak tahun 2010. Jadi chip membuat data lebih sulit untuk dicuri secara langsung karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Berbeda dengan teknologi pita magnet yang lebih mudah diambil dtanya melalui skimmer.


Kartu kredit atau debit yang sudah dilengkapi dengan chip yang mengharuskan penggunanya memasukkan kartu ke dalam mesin EDC atau jamak disebut dip. Sedangkan metode gesek disebut dengan swipe.


Menurut sumbernya EMV di klaim lebih aman karena memungkinkan bagi bank penerbit kartu untuk memasukkan kode tertentu sebagai pengaman kartu. Teknlogi yang dipakai pun terhitung masih jarang. Kalaupun ada, harganya masih terhitung tinggi sehingga juga menyulitkan pelaku kejahatan kartu kredit.


Bank Indonesia menargetkan semua bank di Indonesia sudah menggunakan teknologi chip EMV ini pada tahun 2016 karena Indonesia termasuk negara dengan tingkat fraud kartu kredit yang tinggi. 


Teknologi seperti inilah yang sangat ditunggu – tunggu oleh para nasabah di Indonesia. Bagaimana tidak, dengan tingkat kejahatan kartu kredit yang masih begitu tinggi di Indonesia kartu ini dapat membantu mengurangi tindakan kejahatan tersebut.


E-MONEY

Haaii .. 

Masih dalam pembahasan tentang Teknologi Terbaru Perbankan. Salah satunya adalah E-money yang merupakan suatu alat pembayaran elek-tronik dimana nilai uang itu tersimpan dalam media elektronik tersebut. Ada lagi arti lain dari E-money yaitu merupakan salah satu alternatif pembayaran yang bentuknya bisa bermacam-macam. Selama ini e-money yang berkembang di masyarakat masih dalam bentuk chip yang ditanam dalam sebuah kartu ataupun stiker. Bentuk lainnya bisa berupaserver based atau virtual based.

E-money ini hampir sama seperti kartu debet. Diamana kartu debet bentuknya kartu dan based-nya simpanan dengan transaksi yang dilakukan secara online. Sedangkan tran-saksi menggunakan e-money bisa dilakukan se-cara offline, dan nilai saldonya terkurangi setiap kali bertransaksi. 

Hanya saja, perbedaannya adalah setiap kali transaksi dengan kartu debet, pasti akan membutuhkan koneksi online untuk otorisasi ke penerbit. Setiap kali transaksi, simpanan di bank akan berkurang. Sedangkan e-money, setiap kali transaksi, simpanan dalam e-money tersebut memang berkurang saat itu juga, namun data pada pihak penerbit belum tentu berkurang saat itu juga. 

Jika disatukan dalam handphone, triggernya bisa melalui SMS. Jadi pelanggan tersebut dikasih user ID atau password. Misalkan kita belanja di salah satu konter yang sudah bekerja sama dengan telco provider untuk payment. Saat berbelanja dan akan membayar dengan e-money, ada kode yang harus di kirim ke telco provider. Nah, dari situ kita disuruh memasukkan user ID dan password, selanjutnya pihak provider akan bertanya benarkah anda akan membayar sekian pada konter tersebut, kalau ya tinggal pencet OK. Model virtual account ini juga bisa digunakan untuk internet. Contohnya i-VAS Telkom yang account based dan berfungsi untuk pembayaran di internet. Di sini pengguna memiliki user ID dan password untuk bayar penggunaan internet. 

Menurut sumbernya diluar negeri sudah ada produk semacam ini seperti Octopus di Hongkong, Touch and Go untuk pembayaran tol di Malaysia dan di Singapura untuk pembayaran MRT dan bus. E-money memang tidak bertujuan untuk mengganti uang kecil secara total. Tapi begitu masyarakat sudah tertarik menggunakan e-money untuk payment, maka mereka tidak perlu lagi membawa uang receh, cukup menyentuhkan e-money pada sensor alatnya. Untuk tol, pelayanan tol lebih cepat dan efisien, sehingga cash & link tol tidak terlalu mahal. 

E-money dapat dijadikan sebagai sebuah alat pembayaran yang baru di Indonesia. Karena e-money ini dapat memeberikan beberapa keuntungan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran, serta dapat juga mengefisienkan waktu pada saat melakukan pembayaran.

Sumber : 

19.6.14

M-Banking

Asalamualaikum …!!!

Ketemu lagi masih dalam membahas Teknologi Terbaru Perbankan. Postingan kali ini tentang M-Banking. Apaitu M-Banking?? Untuk lelbih jelasnya yuk simak .. 

Yang menurut sumbernya Mobile banking atau M-Banking merupakan sebuah sistem layanan dari sebuah lembaga keuangan seperti Bank untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon seluler. Fasilitas mobile banking adalah sebuah fasilitas dari bank dalam era modern ini yang mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Fasilitas mobile banking ini merupakan fasilitas dalam komunikasi yang bergerak dan diakses melalui telepon selular berbasis GSM. M-Banking digunakan dengan menu yang sudah tersedia di SIM Card yang saat ini menggunakan media Short Message Service. Dalam telepon seluler, kemampuannya mampu bergerak (hal ini disebut dengan mobile) tanpa batas ruang dan waktu, juga memungkinkan manusia untuk berjalan dengan aktivitas yang sedang dijalankan. Wahhh .. Canggih …!!!

Telepon seluler merupakan sebuah sistem komunikasi yang sudah dipastikan pada masa sekarang ini dipakai sebagai alat komunikasi yang berguna bagi setiap orang. Dalam sistem perbankan yang memiliki akses M-banking, dimana setiap orang dapat dengan mudah memakai fasilitas seperti transfer dana, informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar uang, pembayaran kartu kredit, telepon, listrik dan asuransi, juga dapat digunakan untuk pembelian isi ulang pulsa. 

Pada saat ini mobile banking juga dipergunakan sebagai transaksi perbankan antara pihak bank dan nasabah dengan menggunakan smartphone. Agar sistem mobile banking dapat berjalan dengan baik, bank yang memberikan fasilitas mobile banking harus memastikan bahwa sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Harapan bagi setiap nasabah pengguna mobile banking biasanya lebih meningkat dan banyak nasabah yang memiliki kepercayaan dalam menggunakan mobile banking.

Intinya M-Banking ini merupakan salah satu teknologi pada dunia perbankan. Dimana penggunaanya dapat diakses langsung melalui telepon seluler. Ada tiga cara untuk dapat mengakses perbankan dengan menggunakan mobile banking, tergantung pada kompabilitas telepon seluler. Pertama, mobile banking dapat dilakukan melalui SMS dimana informasi saldo dan password perbankan dapat dikirim ke nasabah melalui SMS. Kedua, beberapa lembaga keuangan telah mendedikasikan aplikasi perangkat lunak yang dapat di download di telepon seluler seperti smartphone. Terakhir, telepon seluler dapat mengakses melalui fasilitas dari SIM Card. Fasilitas yang diberikan dari lembaga keuangan berupa M-Banking mempermudah setiap nasabah untuk mengakses transaksi dari Bank.

DIGITAL LOUNGE CIMB Niaga

Ini sudah masuk postingan ke 6 yang membahas tetang Teknologi Terbaru Perbankan. Kali ini membahas Digital Lounge yang diluncurkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”). Inovasi terbaru ini merupakan sebuah wajah baru perbankan untuk para nasabah yang menginginkan kenyamanan perbankan lebih.

Yang nantinya Digital Lounge CIMB Niaga dilengkapi dengan teknologi terkini, menyediakan sejumlah fasilitas dan layanan perbankan, dari mesin ATM model terbaru, mesin setor tunai, hingga layanan Video Banking dengan layar sentuh untuk bertransaksi dan layar besar yang menampilkan Video Banking Agent/petugas bank secara live yang siap membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankannya.

Selain tarik dan setor tunai, informasi produk, transfer dana, pembelian pulsa, dan pembayaran tagihan (kartu kredit, listrik, telepon, dan lainnya), Digital Lounge juga melayani pembukaan rekening maupun aplikasi kartu kredit dengan konseppaperless (tanpa kertas).

Wahhhh … Canggihnya …..!!

Menurut sumbernya Desain dan ambians Digital Lounge sangat berbeda dengan bank pada umumnya. Terasa modern dan muda karena diiringi video musik dan lagu-lagu yang sedang tren saat ini. “Kami ingin nasabah merasa nyaman dan rileks saat bertransaksi, biarpun hanya mengambil uang tunai di ATM. Digital Lounge ini meskipun terlihat modern dan muda, tidak hanya diperuntukkan bagi anak muda saja.

Inovasi – inovasi terbaru yang terus muncul dalam dunia perbankan, guna memberikan pelayanan terbaik terhadap para pelanggannya / nasabahnya. Salah satunya adalah Digital Lounge ini, yang di luncurkan oleh CIMB Niaga. Dimana Digital Lounge CIMB Niaga ini dilengkapi dengan bebrapa teknologi seperti menyediakan sejumlah fasilitas dan layanan perbankan, dari mesin ATM model terbaru, mesin setor tunai, hingga layanan Video Banking. Inovasi sepeti inilah yang dapat memajukan dunia perbankan di Indonesia. 



Vision Central Bank Report (VisionCBR)

Mudah – Mudahan tidak bosan …. !!! :D

Masih berbicara seputar dunia perbankan. Kali ini akan membahas Vision CBR. Apa itu Vision CBR ???. Vision Central Bank Report (VisionCBR) merupakan suatu solusi teknologi terbaru untuk sector perbankan yang di luncurkan oleh Multipolar Technology.

VisionCBR diklaim memudahkan bank dalam menyiapkan Laporan Stabilitas Moneter dan Keuangan (LSMK), yaitu sistem pelaporan baru di Bank Indonesia yang mengadopsi eXtensible Business Report Languange (XBRL) sebagai format standar dari pelaporan.

Sistem pelaporan LSMK ini dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pelaporan yang terintegrasi, andal dan stabil dengan merujuk pada standar internasional yang utama untuk pelaporan bisnis. Untuk dapat memenuhi LSMK, kesiapan bank dari sisi bisnis, informasi, sistem dan infrastruktur harus diperhitungkan dengan matang. 

Pada pelaksanaannya, proses adopsi XBRL ini hanya salah satu bagian dari implementasi pelaporan LSMK, sehingga tidak cukup hanya diberikan tool saja, namun dibutuhkan solusi yang terintegrasi untuk membantu bank dalam penyiapan data, penyusunan laporan, verifikasi laporan, validasi laporan, juga operasional dan pengawasannya. 

VisionCBR memiliki keunggulan pada pelaporan yang akurat dan sesuai dengan persyaratan Bank Indonesia, kemudahan operasional dalam penyiapan dan manajemen pelaporan, serta memenuhi standar keamanan perbankan. 

Inilah beragam fitur unggulan dari VisionCBR sebagai berikut :
  • Otomasi pembuatan laporan dengan built-in data model dan integrasi data dari berbagai sumber data
  • Penyusunan dan koreksi laporan serta analisa data melalui mekanisme layar input atau ekspor ke excel untuk proses analisa lebih lanjut
  • Multiple taxonomy version, termasuk versi data pelaporan dalam bentuk database dan instance
  • Mode operasional sentralisasi, desentralisasi, maupun kombinasi keduanya
  • Otorisasi dan otensifikasi yang fleksibel, berdasarkan menu, laporan, dan cabang
  • Sistem audit trail komprehensif, meliputi aktivitas pengguna pada tahap penyiapan data, penyusunan laporan dan operasional
  • Fleksibel, dapat diintegrasikan dengan validator XBLR yang digunakan oleh bank
Hebat Bukan ,., ????

Kebutuhan yang semakin meningkat dalam dunia perbankan, memunculkan berbagai teknologi demi memberikan pelyanan yang terbaik kepada pelanggan. Salah satunya adalah VisionCBR ini, dimana terdapat banyak kelebihan di dalamnya yang sangat membantu dalam mempermudah proses penyusunan pelaporan, apalagi terdapat berbagai fitur – fitur unggulan di dalamnya.


3.4.14

VTM (Virtual Teller Machine)

Assalamualaikum …

Ketemu lagi kita,. Masih membicarakan tentang Teknologi Terbaru Perbankan. Kali ini saya akan memposting tentang VTM. Cekidot .. 

Hampir sama dengan RTM, VTM atau Virtual Teller Machine adalah ATM masa depan yang merupakan salah satu perangkat canggih yang ditujukan untuk memudahkan setiap transaksi perbankan. VTM ini adalah salah satu ATM masa depan yang dikembangkan oleh vendor teknologi Huawei. 

Dengan menggunakan ATM masa depan besutan Huawei ini, pengguna bisa melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi ke bank. Fungsi dasar ATM seperti pengambilan uang atau melakukan transfer antar rekening tentu saja juga tersedia di mesin ini. Namun ada cukup banyak fitur canggih lainnya yang ditambahkan untuk melayani pengguna yang tidak sempat datang langsung ke bank untuk melakukan transaksi perbankan tertentu.

Untuk membayar berbagai jenis tagihan pun sudah bisa dilakukan langsung melalui mesin VTM ini. Sedangkan fitur canggih lainnya yang juga telah disediakan dalam ATM masa depan ini adalah pengguna bisa langsung melakukan video chat dengan customer service yang berada di kantornya. Seorang nasabah bisa langsung berkonsultasi dengan CS melalui layar monitor yang ada di VTM. Sehingga untuk menanyakan tentang berbagai layanan pun nasabah tidak perlu datang langsung ke kantor yang mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. 

Wow … Amazing …. !!!

Masih ada lagi, ATM masa depan ini juga telah dilengkapi dengan pena virtual yang dapat digunakan untuk menandatangani dokumen yang memerlukan tanda tangan asli dari nasabah atau pengguna. Hal ini tentunya sangat memudahkan nasabah karena tidak harus datang langsung ke bank untuk mengurus dokumen yang membutuhkan tanda tangan asli. Dengan pena virtual tersebut maka tanda tangan pengguna akan langsung dicantumkan dalam dokumen yang membutuhkan tanda tangan asli tersebut. Untuk menjamin kenyamanan pengguna, ATM masa depan juga telah menyediakan sebuah sofa atau kursi yang cukup nyaman saat Anda sedang menggunakan layanan yang tersedia. Sehingga Anda tidak akan capek berdiri saat menggunakan fitur VTM ini dalam waktu yang cukup lama.

Inilah sebuah teknologi yang mungkin sangat - sangat ditinggu oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, berbagai transaksi keuangan seperti pengambilan uang atau melakukan transfer antar rekening, membayar berbagai jenis tagihan dapat dilakukan di mesin ini tanpan harus pergi ke bank. Bahkan vitur canggih seperti video chat dan pena virtual yang dapat digunakan untuk mengurus dokumen - dokumen yang membutuhkan tanda tangan tanpa harus datang ke bank. Hebat Bukan ., !!!

CHIPKNIP

Hai.. hai .. 

Sebelum membaca, persiapkan diri dulu, duduk manis dan secangkir teh / kopinya jangan lupa. :D

Masih berhubungan dengan Teknologi terbaru Perbankan, kali ini saya akan membahasa tentang chipknip. Dimana perkembangan teknologi informasi (TI) terus tumbuh begitu cepat. Hampir di setiap sektor kehidupan membutuhkan TI sebagai tools yang dapat mempermudah aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali sektor perbankan.

Sudah cukup intronya, kini masuk kepembahasan Chipknip. Chipknip ini merupakan sistem elektronik debet yang terdapat di beberapa media pembayaran di Belanda. Sistem ini harus compatible dengan kartu ATM, karena kartu ATM lah yang menjadi pengakses sistem ini. Kartu ATM bank yang terdapat di Belanda telah menggunakan teknologi Chip di dalamnya dan berfungsi sebagai Chipknip, sehingga kartu ATM tersebut layaknya Smart Card atau Electronic Money (E-Money).

Untuk dapat menggunakan Chipknip, terlebih dahulu nasabah harus melakukan pengisian dana (top up) Chipknip pada kartu ATM-nya di terminal Chipknip yang terdapat di samping terminal ATM bank yang terdapat di Belanda. Jumlah nominal pengisian dana yang akan digunakan untuk Chipknip terbatas, karena Chipknip memang hanya digunakan untuk transaksi retail kecil. Setelah dana untuk Chipknip sudah cukup, barulah kita bisa bertransaksi di berbagai titik pembayaran, seperti restoran, parkir, toko, minimarket, telepon umum dan sebagainya. Kita hanya tinggal memasukkan kartu ATM kita pada mesin ATM kasir dan otomatis sistem Chipknip pada mesin tersebut akan membaca kartu kita dan mendebet sesuai dengan jumlah nominal transaksi yang dilakukan. Dan setiap bertransaksi dengan Chipknip tidak perlu memasukkan password. 

Mantab …. !!!

Sebetulnya teknologi Chipknip ini sama dengan sistem Smart Card / E-Money yang ada di Indonesia, seperti kartu Flazz BCA, E-Toll Mandiri atau Jakcard Bank DKI yang dikembangkan pada pertengahan tahun 2000an. Namun yang membedakan adalah Chipknip merupakan teknologi yang ‘ditanam’ pada kartu debet / ATM bank di Belanda, dimana hal tersebut belum dapat dilakukan di Indonesia.

Dalam hal ini kemajuan teknologi informasi sangat berpengaruh sekali dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi, apalagi dalam dunia perbankan. Karena kebutuhan itulah muncul teknologi – teknologi baru salah satunya adalah Chipknip. Dimana dalam teknologi ini terdapat beberapa kelebihan yang diberikan dalam teknologi ini yang sangat membantu sekali nasabah dalam melakukan transaksi dalam jumlah retail yang kecil.


MESIN ATM TERBARU NCR

Halo viewers postingan kali ini masih berhubungan dengan Teknologi Terbaru Perbankan sebelumnya. Teknologi Perbankan yang satu ini namanya adalah NCR APTRA Interactive Teller atau NCR yang diperkenalkan oleh NCR Corporation. Menurut sumbernya NCR ini merupakan sebuah teknologi baru berbasis ATM yang mampu mempermudah nasabah dalam bertransaksi. Dengan adanya teknologi ini, lebih dari 95% transaksi cabang di ATM akan dibantu oleh petugas teller secara live dari jarak jauh secara 24 jam. 

Selain itu, teknologi ini juga akan memudahkan bank dalam menawarkan layanan lengkap setelah jam operasional bank (after hours full teller service) di lokasi-lokasi yang tidak memiliki kantor cabang tersebut.

Wow ….. Canggih kan ….???

Jika layanan konsumen hingga 24 jam melalui mesin ATM ini berarti dapat dapat menghemat biaya operasional. Sebab, bank bisa menghadirkan interaktif teller di pelosok tanpa perlu mmembangun kantor cabang yang dapat menghabiskan banyak biaya.

Selain nasabah bank, mesin ATM terbaru milik NCR ini juga dapat digunakan pengguna yang bukan nasabah bank yang bersangkutan sebagai money changer. Untuk kawasan ASIA Pasific, Indonesia menjadi negara pertama yang diperkenalkan teknologi terbaru NCR dengan menggandeng ASABA Computer Center, Multipolar, dan SMS.

Teknologi seperti ini memang seharusnya patut di coba di Indonesia, karena dapat menjangkau wilayah Indonesia yang begitu luas. Serta dapat mempermudah nasabah dalam berinteraksi, bagaimana tidak seperti penjelasan di atas "Dengan adanya teknologi ini, lebih dari 95% transaksi cabang di ATM akan dibantu oleh petugas teller secara live dari jarak jauh secara 24 jam". Sudah tidak perlu dipungkiri, teknologi ini sangat membantu sekali dalam perkembangan teknologi di Indonesia. 



RTM (Retail Teller Machine)

Berhubung saya mendapat tugas SOFTSKILL untuk mencari Teknologi Terbaru Perbankan. Pertama saya akan membahas Teknologi yang satu in. Menurut sumbernya mesin ini diramal menggantikan mesin ATM di masa depan. Benarkah ??

Jika di lihat dari bagaimana kesibukan masyarakat di Indonesia, ATM menjadi sangat begitu penting untuk memberikan kepraktisan dalam melakukan transaksi perbankan. Tidak perlu mengantre di bank dan menghemat waktu itulah mungkin yang menjadi alasan utama ATM menjadi begitu populer.

Nahh…

Mungkin karena alasan untuk memberikan kepraktisan yang lebih, muncullah RTM ini atau Retail Teller Machine. Menurut sumbernya RTM merupakan mesin ATM tanpa uang yang dikembangkan oleh perusahaan peranti lunak global KAL. Mesin ini dijadwalkan resmi diperkenalkan di Jakarta pada 18 Februari 2013.

Jadi RTM ini nantiya tidak akan mengeluarkan uang dan mesin ini mampu dioperasikan dengan biaya yang diklaim lebih murah. Artinya, bank tidak perlu lagi menambah kantor cabang baru karena para nasabah dapat memilih jenis-jenis pelayanan bank melalui mesin tersebut, membaca pesan, berbicara dengan teller melalui video, membuat transaksi tanpa beban, membayar tagihan, membuka rekening baru, hingga mencetak voucher yang mereka inginkan.

Wahhh.. Hebat Bukan ….???.

Pasti kalian bingung jika tidak mengeluarkan uang lalu apa yang di keluarkan mesin ini??. Jadi mesin ini akan mencetak voucher dengan kode tertentu (QR code), yang bisa diuangkan di toko-toko tertentu yang bekerja sama dengan bank, diuangkan di ATM atau di kantor cabang bank terdekat.

RTM ini merupakan suatu kemajuan teknologi perbankan yang memang harus ada di Indonesia. Bagaimana tidak, karena seperti yang dikatakan oleh CEO KAL, RTM ini akan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah yang jauh dari Ibu kota. Dan penggunaan mensin ini dapat mampu meminimalisir terjadinya pembobolan oleh pencuri, karena mesin RTM ini tidak mengeluarkan uang. Adapun beberapa manfaat atau kelebihan dari mesin ini seperti penjelasan di atas, yang sangat membantu sekali dalam perkembangan dunia perbankan di Indonesia.




1.1.14

DATA FLOW DIAGRAM OF THE COMPOSITE MAP CONSTRUCTION PROCESS


Pada gambar data flow diagram di atas merupakan diagram the composite map construction process. Dimana terdapat beberapa sumber ekternal yang di inputkan (masukkan). Sumber eksternal pertama ada Linkage Data yang mempunyai dua alur data, alur pertama berupa pedlegree dan genotypes yang kemudian akan diproses pada Two-Point Analysis. Hasil proses tersebut akan disimpan pada database Chromosome Assigments, setelah disimpan data pada database tersebut diambil untuk diproses oleh Multipoint Linkage Analysis yang kemudian akan menghasilkan Linkage Maps.

Padas umber ekternal kedua, ada data yang diperoleh dari Bovine Sequence yang kemudian akan diproses oleh Match Markers. Kemudian data tersebut diproses kembali pada Resolve Assignments, dan data tersebut dikembalikan ke Macth Markers dan sisanya diberikan ke Joint Linkage / RH Multipoint Analysis untuk diproses. Proses di Joint Linkage / RH Multipoint Analysis merupakan proses gabungan yang datanya di dapat juga dari BAC Fingerprint Map dan Genome Sequence yang berupa Ordering Hints. Setelah diproses menjadi satu data tersebut disimpan pada Consenesus Order Independent Scales., dan diproses oleh Project to Common Scales yang akan menghasilkan Composite Linkage / RH Maps.

Sumber eksternal yang ketiga merupakan data yang diperoleh dari RH Data, seperti Marker ID dan Primer Sequence yang diproses pada Match Markers. Dan Vectors yang diproses pada Two-Point Analysis, lalu data yang diproses pada Two-Point Analysis disimpan pada Chromosome Assignments dan diproses kembali oleh Resolve Assignments. Data hasil prosesan tersebut di kembalikan ke Chromosome Assignments untuk disimpan. Setelah itu Multipoint RH Analysis mengambil data tersebut untuk diproses dan menghasilkan RH Maps.

2.12.13

DATA FLOW DIAGRAM ( DFD)

A. PENJELASAN DFD.

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. 

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


B. FUNGSI DFD.


Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
  • Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

C. KOMPONEN DFD.


DFD memiliki 4 komponen yaitu:

1. Proses.
  • Menggambarkan bagian dari sistem yang mengubah input menjadi output.
  • Disimbolkan dengan lingkaran.
  • Pemberian nama untuk proses dapat dilakukan dengan menggunakan satu kata tunggal atau kalimat sederhana.
2. Alur Data.
  • Menandakan perpindahan data dari suatu bagian ke bagian lain.
  • Di simbolkan dengan anak panah.
  • Di beri nama di bagian samping anak panah.
3. Data Store.
  • Untuk pengumpulan data.
  • Simbol 2 garis horizontal sejajar secara parallel.
  • Menunjukan nama filenya.
  • Suatu alur ke data store dapat di artikan sebagai writing,updating atau deleting.
4. Terminator.
  • Merupakan sumber atau tujuan alur data.
  • Di kenal sebagai entity atau external entity.
  • Di simbolkan persegi panjang.
  • Dapat berupa 1 atau sekelompok orang.
D. SYARAT – SYARAT PEMBUATAN DFD.

Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
  1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
  2. Pemberian nomor pada komponen proses.
  3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
  4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
  5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.
E. PENGGAMBARAN DFD.

Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :

1. Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat di sistem.
2. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar.
3. Buat Diagram Konteks (diagram context). Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya :
  • Tentukan nama sistemnya.
  • Tentukan batasan sistemnya.
  • Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
  • Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.
  • Gambarkan diagram konteks.
4. Buat Diagram Level Zero. Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :
  • Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan diagram level zero. ( Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses)).
5. Buat Diagram Level Satu. Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
  • Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan DFD level Satu. (Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya).
6. DFD Level Dua, Tiga, ... . Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level satu.




Sumber : 



3.11.13

DFD WARUNG AGEN

DFD di bawah ini merupakan DFD dari Warung Agen yang sistemnya sudah di bahas di tulisan Sebelumnya...!!!


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI part 2

5. MEMAHAMI DAN MENDESAIN DATA AKUNTANSI.

A. MENDOKUMENTASIKAN FILE TRANSAKSI.

a. Pedoman untuk Mengidentifikasi Perlunya Tabel Transaksi :
  • Tentukan kejadian – kejadian di dalam proses.
  • Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat di dalam sistem.
  • Keluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencangkup penggunaan data yang telah dicatat di dalam SIA.
  • Keluarkan kejadian pemeliharaan.
b. Kejadian dan Tabel Induk.

Biasanya, sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan tabel transaksi maupun tabel induk. Daftar berikut ini akan diperluas dengan menambahkan tabel induk kas dan buku besar.
  • Barang / jasa.
  • Agen.
  • Kas.
  • File induk buku besar.
Salah satu alasan pembuatan tabel induk adalah untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan.

B. ATRIBUT dan HUBUNGAN.

a. Kunci Utama.

Kunci utama (primary key) adalah atribut – atribut yang secara unik mengidentifikasikan record di tabel. Ketika record ditambahkan ke tabel, setiap record digunakan sebagai nilai kunci utama yang hanya mengidentifikasikan record tersebut.

b. Kunci Asing.

Kunci utama (foreign key) adalah field di tabel yang merupakan kunci utama di beberapa tabel lainnya. Kunci asing digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya dan juga di gunakan untuk menghubungkan dua kejadian yang terjadi dalam suatu urutan.

c. Hubungan Antatabel.

Kardinalitas hubungan menunjukkan berapa banyak keterjadian dari satu jenis entitas (kejadian, sumber daya atau pelaku) dihuungkan dengan jenis entitas lainnya.
  • Hubungan satu dengan satu.
  • Hubungan satu dengan banyak.
  • Hubingan banyak dengan banyak.
C. PENDESAINAN DATA dengan DIAGRAM KELAS UML.

Empat langkah dasar yang perlu diambil untuk mengembangkan desain data dengan menggunakan diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel (file) transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel(file) induk yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Tentukan hubungan antartabel.
  • Tentukan atribut yang diperlukan.
  • Hubungkan tabel – tabel terkait dengan menambahkan kunci asing ke salah satu pasangan dalam hubungan tersebut.
6. MEMAHAMI DAN MENDESAIN QUERY DAN LAPORAN.

A. QUERY.

Query adalah elemen penting basis data relasional. Bahasa query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yang lebih terstruktur.
  • Structured Query Language (SQL) merupakan bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional.
  • Query by Example (QBE) suatu pendekatan yang lebih sederhana, meskipun kurang kuat, untuk berkomunikasi dengan basis data. Perancangan menentukan output yang diinginkan dari satu tabel atau lebih dengan menggunakan sebuah grid.
B. SPESIFIKASI QUERY.
  • Query Satu Tabel.
  • Query Banyak Tabel.
C. JENIS – JENIS LAPORAN.
  • Laporan Daftar Sederhana (Simple List Report ). Daftar transaksi penjualan.
  • Laporan Perincian yang Dikelompokkan (Grouped Detail Report ). Daftar transaksi penjualan yang dikelompokan menurut jenis produk yang dijual, dengan subtotal untuk setiap jenis produk.
  • Laporan Ringkasan (Summary Report). Hanya memberikan ringkasan angka – angka penjualan, seperti total penjualan untuk setiap produk, tanpa mendaftar masing – masing transaksi penjualan.
  • Laporan Entitas Tunggal (Single Entity Report). Seperti faktur penjualan hanya memberikan perincian mengenai satu kejadian.
a. Tata Letak Laporan.
  • Header halaman (page header). Dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak dibagian atas setiap halaman.
  • Kotak label dan kotak halaman. Kotak label (label box) menampilkan teks deskriptif dan tidak terpengaruh oleh data didalam tabel. Kotak teks (text box) menampilkan data yang diambil dari tabel.
  • Mengelompokkan atribut. Laporan berkelompok adalah laporan yang dikelompokkan menurut sesuatu.
  • Header kelompok (group header). Dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang umum bagi kelompok tersebut.
  • Perincian kelompok. Transaksi yang berkaitan dengan kelompok disebutkan di bagian perincian kelompok. 
  • Footer kelompok (group footer). Dapat digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat di dalam laporan yang dikelompokkan.
b. Isi Laporan.

Perancang harus menganalisi kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yang perlu dimasukkan di dalam setiap laporan. Lalu, tabel yang memuat unsur – unsur data yang diperlukan untuk laporan tersebut haru diidentifikasikan. Informasi laporan dapat juga dipilih berdasarkan kriteria.

D. LAPORAN KEJADIAN.
  • Daftar Kejadian Sederhana (Simple Event List) menyediakan daftar kejadian yang sederhana selama suatu periode waktu yang disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokkan atau subtotal.
  • Laporan Perincian Kejadian Dikelompokkan (Grouped Event Detail Reports) menampilkan daftar kejadian selama suatu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen.
  • Laporan Ringkasan Kejadian (Event Summary Report) meringkas data kejadian menurut berbagai parameter. Contohnya adalah penjualan yang diringkas menurut bulan atau penjualan yang diringkas menurut pelanggan.
  • Laporan Satu Kejadian (Single Event Report) menyajikan perincian mengenai satu kejadian. Sering kali, laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok.
E. DAFTAR ACUAN dan LAPORAN STATUS.

a. Daftar Acuan (Reference List) hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk.
b. Laporan Status (Status Report) menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status perincian berkelompok (grouped detail status report) menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasaatau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan.
  • Laporan ringkasan status (summary status report) mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status satu barang / jasa / agen (single products / service / agen status reports) biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas.
F. LAMPIRAN.

Menggunakan Pola Navigasi untuk Mendesai Query.
  • Identifikasi record yang memenuhi kondisi tertentu.
  • Identifikasi record dimana nilai pada atribut satu tabel sesuai dengan nilai beberapa atribut di tabel lainnya.
7. MEMAHAMI DAN MENDESAIN FORMULIR.

A. PERLUNYA FORMULIR.

Formulir menyajikan antar muka (interface) yang mudah digunakan untuk pengguna akhir. Pengguna akhir tidak harus mengetahui desain tabel atau mencari tabel – tabel yang diperlukan untuk menyimpan data mengenai kejadian tertentu.

B. HUBUNGAN ANTARA FORMULIR INPUT DAN TABEL.

Terdapat tiga hubungan antar tabel dan formulir :
  1. Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel.
  2. Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih.
  3. Dua tabel atau lebih untuk mencatat data di satu tabel.
C. JENIS – JENIS FORMULIR INPUT.

  1. Formulir Entri Satu Record (Single Record Entry Form) Hanya menampilkan satu record pada satu waktu. Formulir ini digunakan untuk menambah, menghapus atau memodifikasi data di satu record satu tabel tertentu.
  2. Formulir Entri Bentuk Tabel (Tabular Entry Form) menyediakan desain seperti kertas kerja untuk memasukkan banyak record di satu table.
  3. Formulir Entri Multitable (Multitable Entry Form) digunakan untuk menambahkan data ke lebih dari satu table.
D. CARA – CARA ENTRI DATA.
  • Agen internal mengetik data.
  • Agen internal memilih data untuk dimasukkan dengan menggunakan table pencarian (look-up table), tombol radio (radio button) atau kotak cek (check box).
  • Agen internal memindai kode batang (barcode) produk atau kartu identifikasi pelanggan.
  • Pengguna memasukkan data dengan menggunakan formulir di situs Web perusahaan. 
8. INTERAKSI DENGAN FORMULIR.

A. ELEMEN – ELEMEN ANTARMUKA FORMULIR.

Elemen antarmuka formulir (form interface elements) merupakan objek – objek pada formulir yang digunakan untuk memsaukkan informasi atau melakukan tindakan.
  • Kotak teks (text box).
  • Label.
  • Fitur pencarian (look-up feature).
  • Tombol perintah (common button).
  • Tombol radio (radio button).
  • Kotak cek (check boxes).
B. MENINGKATKAN AKURASI dan EFISIENSI ENTRI DATA.

Sepuluh pengendalian berikut ini dapat digunakan pada formulir entri untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi entri data.
  • Kunci utama.
  • Fitur pencarian.
  • Pemindaian.
  • Pemeriksaan record (record checking).
  • Konfirmasi (confirmation).
  • Integritas referensial.
  • Pemeriksaan format (format checks).
  • Aturan validasi (validation risk).
  • Default.
  • Melarang field kosong.
9. MENDESAIN FORMULIR.
  • Mengidentifikasi dan mendokumentasikan formulir yang diperlukan.
  • Menggunakan formulir entri data satu record.
  • Menggunakan formulir satu record.
  • Menggunakan formulir entri data bentuk table.
  • Menggunakan formulir entru multitable.

SUMBER : V.Rama Dasaratha / L.Jones Frederick."SISTEM INFORMASI AKUNTANSI".2008.Salemba Empat.Jakarta

29.10.13

SISTEM PADA WARUNG AGEN DENGAN DIAGRAM AKTIVITAS UML

Warung Agen yang merupakan salah satu bentuk UKM dalam bidang penjualan barang. Pelayanan pada konsumen dilakukan secara manual. Dimana, setiap ketersediaan barang dagang di gudang dicek dan diperiksa langsung oleh petugas / karyawan gudang, sedangkan ketersediaan barang dagang di warung toko di cek dan diperiksa oleh petugas toko tersebut.

Dimana jika ketersediaan barang yang ada di toko / warung sedang menipis atau tidak ada. Maka, petugas toko akan meminta barang dari gudang. Karyawan gudang selalu memesan barang – barang dagang dari para supplier.

Setiap penjualan barang dagang akan selalu dicatat dalam buku catatan dan kemudian setiap hari menjelang tutup, petugas toko akan membuat laporan penjualan yang akan diserahkan kepada manajer atau ke kepala toko tersebut.

Berikut ini Diagram Aktivitas UML pada Warung Agen :





28.10.13

KONSEP DATABASE MULTILEVEL

A. Pendahuluan.

Database multilevel merupakan sistem yang kompleks. Dalam database multilevel terdapat relasi-relasi. Relasi-relasi ini mengikuti aturan-aturan tertentu. Multilevel yang melekat pada database disini menunjukkan bahwa database memiliki level-level yang membedakan satu obyek database dengan obyek database lainnya. Level-level ini diperlukan untuk menentukan subyek yang boleh mengaksesnya.

B. Arsitektur Sistem Database.

a). Trusted computing based subset.

Arsitektur ini pertama kali didokumentasikan oleh Thomas Hinke dan Marvin Schaever di System Development Corporation. Sistem database ini dirancang untuk sistem operasi Multics dengan tujuan agar sistem operasi tersebut menyediakan semua kendali akses. Rancangan ini mendekomposisikan database multilevel ke dalam beberapa atribut dan tuple single-level dengan atribut-atribut yang memiliki sensitivitas yang sama tersimpan bersama pada segmen-segmen sistem operasi single-level.

b).Terdistribusi dengan replika data secara penuh.

Arsitektur ini menggunakan distribusi secara fisik dari database multilevel untuk mendapatkan pemisahan mandatory dan kendali akses yang kuat. Arsitektur ini menggunakan banyak pengolah database back-end untuk memisahkan database ke dalam fragmen-fragmen sistem-high. Pengolah front-end menjadi media semua akses user kepada database multilevel dan kepada pengolah database back-end single-level.

Pengolah front-end bertanggung jawab untuk mengarahkan queries ke pengolah database yang benar, memastikan tidak ada arus informasi yang salah, menjaga konsistensi data antara fragmen-fragmen database yang direplikasi, dan memberikan respon query pada user yang tepat. Sebagai tambahan pengolah front-end juga bertanggung jawab terhadap identifikasi dan otentifikasi user, dan proses audit.

c). Terdistribusi dengan replika data secara variabel.

Arsitektur ini membolehkan data untuk didistribusikan dan direplikasikan menurut kebutuhan penggunaan aktual. Pendekatan ini digunakan dalam proyek sistem database Unisys Secure Distributed.

d). Integrity-Lock.

Terdiri dari tiga komponen:
  • § Proses front-end untrusted. Proses ini bertanggung jawab untuk melakukan query parsing dan memproses respon yang akan dikirimkan kepada end user.
  • § Proses trusted filter. Bertanggung jawab untuk melakukan enkripsi dan dekripsi obyek-obyek dan label-labelnya, melakukan identifikasi data-data yang dikembalikan oleh proses data management, dan melakukan downgrading obyek-obyek yang dikembalikan kepada end user.
  • § Proses data manager. Untuk mengambil semua tuple sesuai dengan kriteria seleksi. 

e). Trusted subject monolisthic.

Pendekatan berdasarkan kernel-kernel trusted operating system untuk melakukan access control enforcement mengorbankan beberapa fungsionalitas sistem database untuk mendapatkan mandatory assurance yang lebih tinggi.

C. Masalah Polyinstantiation.

Pada relasi basis data multilevel jika kita menaikkan clearance dari seorang user maka ia akan memperoleh sebagian informasi yang seharusnya ia tidak mendapatkannya. Sebaliknya jika kita menurunkan clearance dari seorang user maka ia tidak mendapatkan akses informasi yang seharusnya ia mendapatkannya. Dengan demikian, setiap user dengan clearance yang berbeda melihat realitas yang berbeda pula. Selanjutnya, perbedaan realitas ini harus tetap koheren dan konsisten.

D. Integritas.
Batasan-batasan integritas menentukan kondisi-kondisi pada relasi antara suatu data dan data lainnya, sementara batasan-batasan keamanan menentukan pemisahan antara suatu data dan data lainnya. Jika batasan integritas diberlakukan pada suatu data pada beberapa level keamanan yang berbeda, maka akan terjadi konflik langsung antara integritas dan keamanan.

Sumber :

17.10.13

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI part 1

1. MENGENAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
A. PROSES BISNIS dan SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
Proses bisnis (business Process) adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Para akuntan memanfaatkan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi. Siklus transaksi (transaction cycles ) mengelompokan kejadian – kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Kejadian ( events ) adalah adalah aktivitas yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Terdapat tiga siklus transaksi utama :
  • Siklus pemerolehan / pembelian ( acquisition / purchasing cycle ) adalah proses pembelian dan pembayaran untuk barang – barang atau jasa.
  • Siklus konversi (conversion cycle ) adalah proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang – barang dan jasa.
  • Siklus pendapatan ( revenue cycle ) adalah proses menyediakan barang atau jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Sistem informasi manajemen – SIM (management information system – MIS ) adalah suatu system yang menangkap data tentang satu organisasi, menyimoan dan memelihara data, serta menyediakan informasi yang berguna bagi manajemen. Sedangjan sistem informasi akuntansi – SIA ( accounting information system – AIS ) sendiri dapat dipandang sebagai bagian dari SIM organisasi.

B. LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
Sebagaimana dibahas sebelumnya, sebernarnya SIM merupakan seperangkat subsistem. Semua subsistem ini bersifat penting dan informasi yang berbeda diperlukan untuk menjalankan fungsi – fungsinya.
Sebagai contoh, Departemen Produksi perlu memelihara informasi tentang pesanan, jadwal produksi dan persediaan. Departemen Pemasaran perlu mencatat data mengenai tren pesanan pelanggan, nama dan alamat. Departemen SDM memerluka akses ke informasi tentang persyaratan jabatan, kualisifikasi karyawan dan jadwal pelatihan.
SIA munelusuri sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan unit dan mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran gaji dan jam kerja. Tumpang tindih substansial di dalam kebutuhan informasi muncul karena subsistem menggunakan data mengenai proses – proses bisnis mendasar yang sama. Banyak perusahaan kini berusaha untuk mengkonversi sistem informasi mereka yang terpencar penjadi sistem perencaan sumber daya perusahaan ( enterprise resource planning – ERP system ). ERP adalah suatu sistem manajemen bisnis yang mengintegrasikan semua aspek proses bisnis perusahaan.

C. PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.
a. Membuat Laporan Eksternal.
Untuk menghasilkan laporan – laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, dan badan – badan pemerintah, dan yang lain.
b. Mendukung Aktivitas Rutin.
Untuk menangani aktivitas operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan itu. contohnya antara lain menerima pesana pelanggan, mengirimkan barang dan jasa dan sebagainya.
c. Mendukung Pengambilan Keputusan.
Untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada semua tingkat dari suatu organisasi. Seperti mengetahui produk – produk yang penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling banyak melakukan pembelian.
d. Perencanaan dan Pengendalian.
Untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian informasi mengenai anggaran dan biaya standar disimpan oleh sistem informasi dan laporan dirangcang untuk membandingkan angka anggaran dengan jumlah aktual.

e. Menerapkan Pengendalian Internal.
Pengendalian internal ( internal control ) mencakup kebijakan – kebijakan, prosedur – prosedur dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset – aset perusahaan dari kerugian atau korupsi dan untuk memelihara keakuratan data keuangan.

D. PERAN AKUNTAN dalam HUBUNGANNYA dengan SIA.
a. Akuntan sebagai Pengguna.
Para akuntan dan manajer keuangan menggunakan sistem akuntansi untuk semua fungsi menyusun laporan eksternal, menangani transaksi rutin dan lain – lain.
b. Akuntan sebagai Manajer.
Para manajer bertanggung jawab mengatur karyawan dan sumber daya untuk membantu suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Di oraganisasi – organisasi kecil, tanggung jawab dari manajer akuntansi mencakup tidak hannya mengatur pencatatan dan pelaporan informasi akuntansi, tetapi juga mengelola sistem informasi secara keseluruhan.

c. Akuntan sebagai Konsultan.
Akuntan yang sudah berpengalaman dapat menyediakan jasa konsultasi di banyak bidang, termasuk sistem informasi, perencanaan keuangan perorangan, akuntasi international, akuntansi lingkungan dan akuntansi forensik.

d. Akuntan sebagai Evaluator.
Akuntan menyediakan bermacam java evaluasi yang berfokus atau bergantung pada sistem informasi akuntansi.

e. Akuntan sebagai Penyedia Jasa Akuntansi dan Perpajakan.
Akuntan menggunakan peranti lunak akuntansi guna menyusun laporan keuangan untuk klien – klien kecil dan peranti lunak perpajakan guna memberikan jasa – jasa perpajakan untuk klien – klien mereka.


2. PROSES BISNIS DAN DATA SIA
A. PROSES dan KEJADIAN BISNIS.
Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus transaksi utama :
a. Siklus pemerolehan / pembelian ( acquisition / purchasing cycle ) mengacu pada proses pembelian barang dan jasa. Siklus pemerolehan dari organisasi dengan jenis yang berbeda pada dasarnya besifat sama karena kebanyakan mencakup di dalamnya sebagian atau semua operasi berikut ini :
  • Mendiskusikan dengan para pemasok.
  • Memproses permitaan.
  • Membuat perjanjian dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa mendatang.
  • Menerima barang atau jasa dari pemasok.
  • Mengakui klaim atas barang dan jasa yang diterima.
  • Memilih faktur – faktur yang akan dibayar.
  • Menulis cek.
b. Siklus konversi ( conversion cycle ) mengacu pada proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang – barang dan jasa.
c. Siklus pendapatan ( revenue cycle ) mengacu pada proses menyediakan barang dan jasa untuk para pelanggan. Siklus pendapatan dari jenis organisasi yang berbeda dapat saja sama dan mencakup di dalamnya sebagian atau semua operasi berikut ini :
  • Merespon permintaan informasi dan pelanggan.
  • Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang.
  • Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan.
  • Menagih pelanggan.
  • Melakukan penagihan uang.
  • Menyetorkan uang kas ke bank.
  • Menyusun laporan.
B. PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN dalam PROSES BISNIS.
Pedoman mengakui kejadian :
  • Kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
  • Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan suatu agen internal.
  • Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari suatu agen internal ke agen yang lain.
  • Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela / diinterupsi dan dilanjutkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setelah interupsi, seseorang di luar organisasi atau proses itu mungkin memulai proses tersebut. Sebagai alternatif, proses itu dapat dilanjutkan pada suatu waktu yang sudah dijadwalkan.
  • Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.
C. PENGORGANISASIAN DATA dalam SIA
  • Sistem manual untuk siklus pendapatan dan buku besar.
  • Arsip dalam SIA yang terkomputerisasi.
D. JENIS – JENIS FILE dan DATA.
a. File induk.
  • Menyimpan data yang relatif permanen mengenai agen – agen eksternal, agen – agen internal atau barang dan jasa.
  • File induk tidak menyediakan transaksi – transaksi individual.
  • Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan.
  • Barang dan jasa diperoleh, dibuat atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi.
  • Agen eksternal adalah orang – orang atau unit organisasi yang berada di luar perusahaan.
  • Agen internal adalah orang – orang atau unit organisasi yang bertanggung jawab atas berbagai kejadian di dalam proses bisnis.
b. File transaksi.
  • File transaksi menyimpan data tentang kejadian.
  • Biasanya mencakup suatu field untuk tanggal transaksi.
  • Biasanya mencakup informasi kuantitas dan harga.
  • Kejadian berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan pemerolehan.
c. Hubungan antara file transaksi dan file induk.
  • File pesanan memeberikan tanggal bahwa pesnan diterima.
  • Untuk mempelajari bagaimana pelanggan membuat pesanan.
  • Untuk mengetahui barang apa yang dipesan.
  • Untuk memperoleh data barang yang dipesan.
E. KEJADIAN dan AKTIVITAS.
a. Pencatatan.
Mengacu pada penyiapan dokumen sumber dan atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi.

b. Pembaruan.
Mengacu pada tindakan mengubah data ikhtisar di suatu file induk untuk mencerminkan pengaruh dari kejadian.

c. Pemeliharaan file.
Aktivitas pemeliharaan file menangkap dan mengorganisasi data acuan tentang file induk.


3. MENDOKUMENTASIKAN SISTEM INFORMASI.
A. DIAGRAM AKTIVITAS UML
UML ( unified modeling language ) merupaka suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. UML adalah satu dari banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat model SIA.

a. Overview activity diagram.
Menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian – kejadian penting, urutan kejadian – kejadian ini dan aliran informasi antar kejadian.

b. Diagram detailed activity.
Detailed diagram sama dengan peta dari sebuah kota. Diagram ini menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadianyang ditunjukan pada overview diagram.

B. MEMBUAT OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM.
a. Langkah pendahuluan.
  1. Membaca urutan narasi dan mengidentifikasi kejadian penting.
  2. Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas menunjukkan batasan kejadian dan nama – nama kejadian. Pedoman peamaan kejadian adalah sebagai berikut :
  • Pakailah nama umum yang mencerminkan tujuan kejadian.
  • Hindari nama – nama yang berfokus pada langkah – langkah terperinci dalan kejadian.
  • Buat menjadi spesifik.
  • Awali nama dengan kata kerja.
  • Jangan melibatkan nama karyawan atau kejadian.
b. Langkah untuk membuat diagram aktivitas.
  • Menunjukkan agen yang terlibat di dalam proses bisnis dengan menggunakan swimlanes. Swimlanes adalah Suatu kolom dalam diagram aktivitas yang memisahkan aktivitas atau kejadian menurut orang atau departemen yang bertanggung jawab atas kejadian atau aktivitas tertentu.
  • Membuat diagram untuk masing – masing kejadian.
  • Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis.
  • Menggambar table ( file ) yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis.
C. MEMBUAT DETAILED ACTIVITY DIAGRAM.
  1. Tambah penjelasan naratif untuk menunjukkan aktivitas.
  2. Buat table arus kerja.
  3. Identifikasilah diagram terperinci yang diperlukan.
  4. Untuk setiap detailed activity diagram, lakukanlah beberapa langkah pendahuluan sebagai berikut :
  • Buatlah swimlane untuk agen – agen yang terlibat pada satu atau beberapa kejadian yang ditunjukkan pada detailed diagram tersebut.
  • Tambahkan segi empat panjang untuk setiap aktivitas di dalam kejadian yang didokumentasikan pada detailed diagram tersebut.
  • Gunakan garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas.
  • Atur dokumen yang dibuat atau digunakan oleh aktivitas – aktivitas di dalam diagram itu.
  • Gunakan garis putus – putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen.
  • Dokumentasikan setiap table yang dibuat, dimodifikasi atau digunakan oleh aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom computer.
  • Gunakan garis putus – putus untuk menghubungkan aktivitas dan table.

4. MENGIDENTIFIKASI RESIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS.
A. PENGENDALIAN INTERNAL dan PERAN AKUNTAN.
Pengendalian internal (internal Control) adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen dan personel lainnya, yang dirancang untuk memeberikan kepastian yang beralaskan terkait dengan pencapaian sasaran.
Pemahaman yang baik mengenai pengendalian internal penting bagi akuntan yang berperan sebagai manajerm pengguna, perancang dan evaluator sistem akuntansi.
  • Tanggung jawab manajer mengharuskan manajemen untuk membuat sebuah pertanyaan yang menjelaskan dan menilai sistem pengendaian internal perusahaan.
  • Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusahaan sehingga dapat diterapkan dengan tepat.
  • Akuntan juga memiliki peran penting sebagai perancang prosedur pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan.
  • Dalam peranya sebagai evaluator, auditor internal dan auditor eksternal harus memahami sistem pengendalian internal.
B. KOMPONEN dan SASARAN PENGENDALIAN INTERNAL.
a. Komponen pengendalian internal.
  • Lingkungan pengendalian.
  • Penentuan risiko.
  • Aktivitas pengendalian.
  • Informasi dan komunikasi.
  • Pengawasan.
b. Sasaran pengendalian Internal.
  • Pelaksanaan.
  • Sistem informasi.
  • Perlindungan asset.
  • Kinerja
C. PENENTUAN RISIKO PELAKSANAAN.
a. Siklus pendapatan.
Risiko pelaksanaan yang umum untuk dua transaksi siklus pendapatan adalah sebagai berikut :
1. Penyerahan barang dan jasa :
  • Diperbolehkannya penjualan atau layanan yang tidak terotorisasi.
  • Penjualan / layanan jasa yang terotorisasi tidak terjadi, terlambat atau digandakan tanpa disengaja.
  • Jenis barang / jasa salah.
  • Kuantitas / kualitas salah.
  • Pelanggan / alamat salah.
2. Penerimaan kas :
  • Kas tidak diterima atau terlambat diterima.
  • Jumlah kas yang diterima salah.
Lima langkah yang bermanfaat dalam pemahaman dan penetuan risiko pelaksanaan :
  • Dapatkan pemahaman mengenai proses organisasi.
  • Identifikasikan barang atau jasa yang diberikan dan kas yang diterima yang tergolong berisiko.
  • Nyatakan kembali setiap risiko umum untuk menjelaskan risiko pelaksanaan dengan lebih tepat untuk proses tertentu yang dipelajari.
  • Beri penilaian terhadap signifikansi risiko – risiko yang tersisa.
  • Untuk risiko yang signifikan, identifikasikan faktor – faktor yang berkontribusi terhadap risiko.
b. Siklus pemerolehan.
Risiko pelaksanaan yang bersifat umum :

1. Menerima barang dan jasa :
  • Diterima barang / jasa yang tidak terotorisasi.
  • Barang / jasa yang tidak diharapkan untuk diterima, tidak terjadi, terlambat atau tanpa sengaja terjadi dua kali.
  • Jenis barang / jasa yang diterima salah.
  • Kuantitas atau kualitas salah.
  • Salah pemasok.
2. Melakukan pembayaran :
  • Pembayaran yang tidak terotorisasi.
  • Kas tidak dibayar, terlabat / membayar dua kali.
  • Jumlah yang dibayar salah.
  • Membayar kepada pemasok yang salah.
Lima langkah yang bermanfaat dalam memahami dan menilai risiko pelaksanaan :
  • Dapatkan pemahaman mengenai proses organisasi.
  • Identifikasikan barang atau jasa yang disediakan dan kas yang diterima tergolong berisiko.
  • Nyatakan kembali setiap risiko yang bermanfaat umum untuk menjelaskan risiko pelaksanaan dengan lebih tepat untuk proses tertentu yang dipelajari.
  • Berikan penilaian atas signifikansi risiko – risiko yang tersisa.
  • Untuk risiko yang signifikan, identifikasikan faktor - faktor yang berkontribusi terhadap risiko.

Sumber : V.Rama Dasaratha / L.Jones Frederick."SISTEM INFORMASI AKUNTANSI".2008.Salemba Empat.Jakarta

11.7.13

NEVER SAY I CAN’T GET IT/DO IT


Yaahhhh.,., itulah yang akan saya buat kali ini.


Kebanyakan orang “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”, yang sebenarnya kata-kata itu hanyalah sebuah pelampiasan dari seseorang yang menganggap dirinya tidak mempunyai kemampuan atau bisa dibilang tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak benar-benar diinginkannya.


Tetapi ada juga kata itu kadang digunakan untuk melampiaskan kemalasan kita saja, jadi dia mengakatakan hanya “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”. Padahal bukankah sebuah kata yang kita ucapkan itu adalah doa??. Yaahhh memang.. berarti secara tidak langsung dia mendoakan dirinya sendiri.


Padahal di dunia ini penuh dengan kemungkinan bahkan hal – hal yang tidak masuk akal pun dapat terjadi. Bukankah setiap usaha yang kita lakukan tidak menjadi sia – sia, bukankah setiap pengorbanan dibutuhkan untuk dapat tercapainya sesuatu yang diinginkan?? Hmm… tetapi itu juga asal kita yakin apa yang kita lakukan itu dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Tidak melakukan apa – apa bukan berarti adalah pilihan yang terbaik, tetapi apasalahnya jika kita mencobanya. Bukankah keberhasilan itu membutuhkan keberanian?? “Berani untuk gagal”, “Berani untuk malu”.


So…


Mulai sekarang cobalah untuk “NEVER SAY I CAN’T GET IT / DO IT”, pengorbanan itu dibutuhkan dan kegagal adalah hal yang wajar kawan !!!. Berdiri bergerak dan lakukan adalah hal yang paling terbaik dari pada diam (Don’t be silent but Doing Something).






Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI RIMBA


Seperti yang kita tahu rimba merupakan sebutan untk hutan belantara yang didalamnya banyak binatang – binatang yang ganas, dimana binatang yang kuat dialah yang akan terus melanjutkan kelangsungan hidupnya.


Yaahhh.,., cocok sekali dengan keadaan masyarakat dinegara kita sekarang ini dimana para pemimpin – pemimpin atau aparat pemerintah yang berkuasa sangat sedikit sekali memperhatikan kelangsungan hidup masyarakatnya. Padahal hukum dan peraturan sangat sering dibuat dan tak jarang hingga diganti, namun itu semua hanyalah untuk kepentingan pemimpin itu sendiri. Yang hanya mengenyangkan perut mereka saja namun tidak bagi masyarakatnya.


Ditambah lagi dengan jiwa – jiwa pemudanya dimana mereka gampang dan mudah sekali tersulut emosinya, yang bahkan hanya dengan masalah sepele mereka langsung melakukan aksi anarkisme. Padahal bukankah saat sekolah dasar kita sering mendapatkan penjelasan untuk bermusyawarah.


Hmmm,., ironisnya lagi dimana para kaum berintelek yang sedang melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan nasib rakyat malah tetap melakukan anarkisme, merusak bahkan menghancurkan sarana dan prasarana umum. Apa mereka tidak berfikir berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki itu, yang dimana biaya itu bisa digunakan untuk keperluan lain malah jadi terpakai untuk membenahi kembali sarana dan prasarana yang rusak.


Yahhh.,, apa mau dikata…,, namun dari itu semua kita jangan selalu underestimate dengan negara ini. Karena masih banyak juga orang – orang yang peduli terhadapa naegara ini dan ada juga orang – orang yang sadar akan nasib negara sehingga mereka sudah memulai untuk membenahi diri..





Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI 1001 CERITA

Itulah kalimat yang cocok untuk kondisi sekarang di negara ini. Banyak sekali cerita permasalah – permasalahan yang muncul bahkan dalam hal – hal yang bisa dibilang cukup tidak masuk diakal.


Pertama ketika hukum tidak adil dan keadilannya hanya berlaku untuk orang – orang yang berduit sedangkan orang – orang yang tidak mampu menerima imbas dari ketidak adilan. Dimana hukum seseorang yang mencuri 3 biji coklat tidak sebanding dengan orang – orang yang mencuri uang negara dan bahkan dia pun diberi pengacara untuk meringankan beban hukuman atau bahakan untuk membuatnya tidak bersalah meskipun dia tau bahwa orang itu bersalah.


Kedua ketika pengobatan hanya untuk orang – orang kaya sedangkan orang yang tidak mampu dipaksa untuk tidak sakit. Yahhh… pastinya karena alasan biaya, coba kalo kita lihat sekarang banyak RS yang meminta uang administrasinya di lunasi terlebih dahulu sebelum berobat, hhmmm… padahal kan nyawa lebih penting.


Ketiga ketika toleransi sudah luntur maka tidak adanya rasa percaya dan timbulnya rasa curiga terhadap sesama bahkan hingga sampai timbulnya konflik – konflik sosial. Hmm., ironis, padahal negara ini adalah negara yang heterogen tetapi sikap untuk saling bertoleransi bukannya semakin kuat malah menjadi sebaliknya. 


Hhhhmmmm…..


Mau bagaimana lagi itulah beberapa contoh yang mewakili dari kisah Negeri 1001 cerita yang lain. Tetapi dari itu cerita itu semua bukan berarti karena negara ini begitu rusak kita bisa pindah kenegara lain, melainkan bagaimana kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk negara ini menuju ke tempat yang lebih baik. “Dunia ini tidak ada negara yang jelek” yang membuat negara itu menjadi jelek adalah oknum – oknumnya. 
 



Karya : Riski Nugroho Putra