Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

11.7.13

NEVER SAY I CAN’T GET IT/DO IT


Yaahhhh.,., itulah yang akan saya buat kali ini.


Kebanyakan orang “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”, yang sebenarnya kata-kata itu hanyalah sebuah pelampiasan dari seseorang yang menganggap dirinya tidak mempunyai kemampuan atau bisa dibilang tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak benar-benar diinginkannya.


Tetapi ada juga kata itu kadang digunakan untuk melampiaskan kemalasan kita saja, jadi dia mengakatakan hanya “Saya tidak bisa mendapatkannya atau melakukannya”. Padahal bukankah sebuah kata yang kita ucapkan itu adalah doa??. Yaahhh memang.. berarti secara tidak langsung dia mendoakan dirinya sendiri.


Padahal di dunia ini penuh dengan kemungkinan bahkan hal – hal yang tidak masuk akal pun dapat terjadi. Bukankah setiap usaha yang kita lakukan tidak menjadi sia – sia, bukankah setiap pengorbanan dibutuhkan untuk dapat tercapainya sesuatu yang diinginkan?? Hmm… tetapi itu juga asal kita yakin apa yang kita lakukan itu dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Tidak melakukan apa – apa bukan berarti adalah pilihan yang terbaik, tetapi apasalahnya jika kita mencobanya. Bukankah keberhasilan itu membutuhkan keberanian?? “Berani untuk gagal”, “Berani untuk malu”.


So…


Mulai sekarang cobalah untuk “NEVER SAY I CAN’T GET IT / DO IT”, pengorbanan itu dibutuhkan dan kegagal adalah hal yang wajar kawan !!!. Berdiri bergerak dan lakukan adalah hal yang paling terbaik dari pada diam (Don’t be silent but Doing Something).






Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI RIMBA


Seperti yang kita tahu rimba merupakan sebutan untk hutan belantara yang didalamnya banyak binatang – binatang yang ganas, dimana binatang yang kuat dialah yang akan terus melanjutkan kelangsungan hidupnya.


Yaahhh.,., cocok sekali dengan keadaan masyarakat dinegara kita sekarang ini dimana para pemimpin – pemimpin atau aparat pemerintah yang berkuasa sangat sedikit sekali memperhatikan kelangsungan hidup masyarakatnya. Padahal hukum dan peraturan sangat sering dibuat dan tak jarang hingga diganti, namun itu semua hanyalah untuk kepentingan pemimpin itu sendiri. Yang hanya mengenyangkan perut mereka saja namun tidak bagi masyarakatnya.


Ditambah lagi dengan jiwa – jiwa pemudanya dimana mereka gampang dan mudah sekali tersulut emosinya, yang bahkan hanya dengan masalah sepele mereka langsung melakukan aksi anarkisme. Padahal bukankah saat sekolah dasar kita sering mendapatkan penjelasan untuk bermusyawarah.


Hmmm,., ironisnya lagi dimana para kaum berintelek yang sedang melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan nasib rakyat malah tetap melakukan anarkisme, merusak bahkan menghancurkan sarana dan prasarana umum. Apa mereka tidak berfikir berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki itu, yang dimana biaya itu bisa digunakan untuk keperluan lain malah jadi terpakai untuk membenahi kembali sarana dan prasarana yang rusak.


Yahhh.,, apa mau dikata…,, namun dari itu semua kita jangan selalu underestimate dengan negara ini. Karena masih banyak juga orang – orang yang peduli terhadapa naegara ini dan ada juga orang – orang yang sadar akan nasib negara sehingga mereka sudah memulai untuk membenahi diri..





Karya : Riski Nugroho Putra

NEGERI 1001 CERITA

Itulah kalimat yang cocok untuk kondisi sekarang di negara ini. Banyak sekali cerita permasalah – permasalahan yang muncul bahkan dalam hal – hal yang bisa dibilang cukup tidak masuk diakal.


Pertama ketika hukum tidak adil dan keadilannya hanya berlaku untuk orang – orang yang berduit sedangkan orang – orang yang tidak mampu menerima imbas dari ketidak adilan. Dimana hukum seseorang yang mencuri 3 biji coklat tidak sebanding dengan orang – orang yang mencuri uang negara dan bahkan dia pun diberi pengacara untuk meringankan beban hukuman atau bahakan untuk membuatnya tidak bersalah meskipun dia tau bahwa orang itu bersalah.


Kedua ketika pengobatan hanya untuk orang – orang kaya sedangkan orang yang tidak mampu dipaksa untuk tidak sakit. Yahhh… pastinya karena alasan biaya, coba kalo kita lihat sekarang banyak RS yang meminta uang administrasinya di lunasi terlebih dahulu sebelum berobat, hhmmm… padahal kan nyawa lebih penting.


Ketiga ketika toleransi sudah luntur maka tidak adanya rasa percaya dan timbulnya rasa curiga terhadap sesama bahkan hingga sampai timbulnya konflik – konflik sosial. Hmm., ironis, padahal negara ini adalah negara yang heterogen tetapi sikap untuk saling bertoleransi bukannya semakin kuat malah menjadi sebaliknya. 


Hhhhmmmm…..


Mau bagaimana lagi itulah beberapa contoh yang mewakili dari kisah Negeri 1001 cerita yang lain. Tetapi dari itu cerita itu semua bukan berarti karena negara ini begitu rusak kita bisa pindah kenegara lain, melainkan bagaimana kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk negara ini menuju ke tempat yang lebih baik. “Dunia ini tidak ada negara yang jelek” yang membuat negara itu menjadi jelek adalah oknum – oknumnya. 
 



Karya : Riski Nugroho Putra

LIKE A ROSE FLOWER

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa negara kita ini dikenal sebagai surganya dunia. Karena memiliki segala sumber daya alam yang begitu banyak dan begitu tak terbatas. Salah satunya terdapat dalam pemandangan alam yang begitu luar biasa dan bahkan dunia pun sudah mengakuinya.


Pemandangan alam di negara ini memang tidak ada duanya dan sudah menjadi salah satu objek wisata alam yang di rekomendasikan. Tetapi itu semua sangat berkebalikan dengan keadaan masyarakat yang ada atau terdapat disekitar objek wisata itu. Ironi memang kekayaan yang tersohor tidak sebanding dengan kehidupan penduduknya.


Seperti sarana pendidikan, kesehatan yang seharusnya adalah sarana penting pun malah tidak terurus, bahkan tempat tinggal mereka pun msaih dibawah dari kata layak. Padahal sudah begitu banyak pendapatan yang diperoleh dari hasil pariwisata itu, tetapi tidak begitu berpengaruh terhadap penduduk disekitarnya.


Yahhh… karena sebab itulah bisa dibilang “SEPERTI BUNGA MAWAR” yang nampak bagus jika dilihat dari luar namun ketika kita melihat kebawahnya (ketangkainya) kita akan melihat duri – duri yang menjulang tajam.





Karya : Riski Nugroho Putra

FRIENDSHIP BRACELET


Friendship bracelet atau gelang persabatan merupakan sebuah gelang yang disusun atau dianyam sedemikian rupa dari kumpulan benang yang berwarna – warni. Friendship bracelet ini sendiri biasanya sering dibuat sebagai hadiah atau kado pertemanan. Yaaahhhhh… mungkin karena bentuk dan warnanya yang bagus dan menarik.

Faktanya ternyata dalam kebudayaan Indian, ketika diberi gelang persahabat ini, harus dipakai sampai benangnya hancur secara alami (mungkin itu untuk menyimbolkan persahabatan abadi). Dan motif-motif gelang persahabatan ini banyak di adaptasi dari motif tradisional Indian (aku suka sekali motif-motif geometris Indian juga komposisi warnanya). Sementara dalam bahasa jepang, gelang persahabatan disebut juga Misanga dan secara teknik pembuatannya masuk dalam kategori makrame atau seni tali temali.


Dalam membuat friendship bracelet sangat membuatuhkan sekali sebuah kesabaran, ketelitian, ketekunan dan kemauan untuk menyelesaikannya. Karena posisi warna benang dengan pola atau motif haruslah sama dengan yang kita inginkan. Coba kita bayangkan bagaimana jika terjadi kesalahan, maka kita harus membongkarnya lagi dan itupun tidak lah mudah. Namun bagi orang – orang yang suka dengan seni ini, sangatlah direkomedasikan. Karena sangat cocok sekali sebagai hadiah.




Sumber : http://www.designby.vitarlenology.net/2012/08/friendship-bracelets-yang-bikin.html



28.4.13

BINTANG ITU BERSINAR KETIKA GELAP


Yahh.,., ini adalah kata yang tepat untuk seorang pemuda yang mengalami kebutaan karena sebuah kecelakaan yang telah menimpanya. Tentunya bukan karena kebutaanya yang akan penulis angkat dalam tulisan ini, namun kisahnya lah yang penulis angkat.

Bahar,,, itulah nama panggilan akrab pemuda ini. Sekarang dia tengah duduk tengah menjalani study nya disalah satu Perguruan Tinggi. Sebelum insiden kecelakaan tersebut Bahar termasuk pemuda yang biasa – biasa saja, tidak jauh berbeda dengan pemuda – pemuda yang lain, bahkan bisa dibilang tidak ada yang special dari dirinya.

Walapun dia bukan anak yang special, namun dia memiliki yang luar biasa, yaitu dia ingin melanjutkan studynya ke Luar negeri dan ingin memberangkatkan Haji kedua orang tuanya.

Tetapi suatu ketika dia mendapatkan musibah yang membuatnya harus kehilangan indra penglihatanya. Yahhh…. Tentunya musibah itu membuatnya putus asa dan bahkan dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu, sudah banyak sekali yang memberikan semangat dan dukungan untuk dirinya agar tidak berputus asa. Lalu dia pun teringat tentang mimpi – mimpinya ketika masih bisa melihat dulu.

Dan membuatnya bangkit dan keluar dari keputus asaannya selama ini. Project demi project pun telah dia buat dan juga telah dia lakukan, tentunya bukan dengan hal yang mudah. Suatu ketika ada seorang teman yang mellihat kisah perjuangan hidup dirinya, orang itu pun meminta ijin kepada dirinya untuk memasukkan kisahnya ke dalam sebuah cerita (novel).

Disinilah awal titik balik dari itu semua, dia pun akhirnya menjadi seorang yang special bahkan luar biasa. Karena menjadi seorang pembicara dan seorang inspirator untuk setiap orang. Tanpa dia ketahui datanglah seseorang yang menawarkan beasiswa Stydu ke Luar negeri untuk dirinya . Tanpa pikir panjang dia pun menerima beasiswa itu, karena itu adalah salah satu mimpinya dulu. Dan akhirnya setelah sekian lama perjuangannya ini dia akhirnya bisa mewujudkan semua mimpi – mimpinya termasuk memberangkatkan Haji kedua orang Tuanya.

Karya : Riski Nugroho Putra



16.3.13

SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR

Jika dibaca judulnya terdengar aneh, lucu, dan unik memang. Yaahhh…. Apa mau dikata inilah realita yang terjadi saat ini di negeri ini. Dari tawuran sampai bentrok sering terjadi dibeberapa tempat. Entah apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti itu. Seperti sudah menjadi budaya.

Bahkan pelakunya pun tidak sedikit adalah orang – orang yang “katanya” berintelek, orang – orang yang “katanya” mengerti hukum, seperti msyarakat, pelajar, “mahasiswa”, dan terkhir bahkan sampai aparat .Apa ketika melakukan itu tidak ada sedikit rasa kasian kepada orang yang merek aniaya??? Atau apa mereka tidak berfikir berapa kerugian yang dihasilkan terhadap tidakan bodoh itu??? Kenapa tidak mengandalkan musyawarah dari pada mengandalkan emosi sesaat?? Apakah nilai – nilai bermusyawarah di negeri ini telah hilang??

Hmmmm…. Cukup ironis….!!!!

Yah tidak heran jika disamakan “SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR”.

Hahaha…. Memalukan !!!

Inilah Negeriku….!!!

Padahal dari pada mempertajam perbedaan kenapa tidak memperdalam persamaan?? Kebebasan itu bukan berarti kita dapat melakukan sesuatu seenak hati kita. Tapi kebebasan itu adalah dimana kita bisa saling merangkul beepegangan tangan satu sama lain, tanpa melihat perbedaan dan dapat melakukan sesuatu hal yang positif untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.


(Karya : Riski Nugroho Putra)

10.3.13

SO CLOSE

Perjalanan seorang anak yang terlahir dengan serba keterbatasan, bahkan diusianya yang bisa dibilang masih belum cukup dewasa dia harus tinggal dengan seorang adik dan neneknya yang tua renta karena ibu dan ayahnya pergi meniggalkannya.

Hmmm….!!!

Entah apa yang dipikirkan orang tua anak itu sehingga mereka meniggalka dia dan adiknya dengan seorang nenek yang tua renta hingga bertahun-tahun lamanya.

Hari demi hari pun mereka jalani dengan kesederhanaan ini. Anak itu selalu menagis dalam hatiya ketika dia melihat neneknya yang selalu bekerja keras untuk mencarikan dia dan adiknya sesuap nasi untuk dimakan.

Oleh karena itu dia berfikir untuk melakukan sesuatu yang bisa merubah kehidupan dia, adik, dan neneknya. Satu, dua, tiga dan beberapa tempat telah dia jejaki untuk mencari pekerjaan apapun yang bisa dia lakukan.

Kemudian dia mencoba pekerjaan menjadi seorang penjual minuman dan pelayan café disekitar rumahnya. Yah.. karena disekitar rumahnya banyak terdapat café – café. “Menyelam sambil minum air” itu yang dia tanamkan dalam hatinya. Karena café tempat dia bekerja setiap hari selalu saja ada penyanyi yang tampil di café itu, jadi dia mempunyai keinginan untuk bisa belajar tetang music dan cara bernyanyi dari penyanyi – penyanyi itu.

Butuh waktu yang lama untuk dia bisa mengusai semua tahnik – tehnik itu. Tanpa terasa diapun akhirnya bisa menguasai itu semua dan kemudia dia mencoba bernyanyi di tempat kerjanya itu, sampai – sampai dia tidak lagi menjadi pelayan karena telah di kontrak oleh manager café sebagai penyanyi tetap ditempat itu.

Tanpa terasa sudah beberapa lama dia menjadi penyanyi tetap di café itu, Kemudian keinginan barunya pun muncul yaitu ingin merasakan bernyanyi di panggung besar. Dan tempatnya itu berjarak sekitar 1 KM dari rumahnya. Dia selalu berprinsip “Susah sih, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Selama saya tidak mengatakan saya tidak bisa, pasti saya akan bisa mencapainya”.

Dengan perjuangan yang berat dan melahkan akhirnya dia bisa mencicipi benyanyi di panggung besar itu dan menjadi seorang penyanyi terkenal. Dan bisa merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih dari cukup.

Bahwa sebenarnya tidak ada jarak yang jauh untuk meraih mimpi dan cita-cita kita, bahkan jaraknya BEGITU DEKAT di depan mata kita. Tinggal seberapa keras kah kita untuk meraihnya.

(Karya : Riski Nugroho Putra)

25.9.12

AKSI WARGA TANAH MERAH

Dibawah terik matahari, ratusan warga tanah merah, Jakarta Utara memenuhi jalanan plumpang yang membuat jalan sedikit terhambat. Warga yang menamakan dirinya adalah FKTMB ( Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu ) melakukan karnaval dengan mengenakan pakaian adat daerah mereka masing-masing dan dengan mengarak sejumlah tumpeng sebagai wujud syukur mereka menjadi bagian dari kebhinekaan bangsa Indonesia. Mereka berjalan menyerupai arak-arakan Karnaval dari Tanah Merah menuju Koramil hingga jalan Yos Dudarso.

Menurut Ketua FKTMB, Muhammad Huda, acara ini bertujuan untuk membangun semangat kebhinekaan dan kegotongroyongan warga Tanah Merah yang multi etnis. “Selain menunjukkan semangat kebangsaan kami sebagai bagian bangsa Indonesia, dengan acara ini pula kami ingin menuntut hak kami sebagai warga Negara untuk ikut mencoblos pada Pemilukada 20 September mendatang,” tegasnya. Selain itu warga juga meneriakan aspirasi mereka serta kritikan kepada pemerintah DKI Jakarta, aksi ini berjalan damai tanpa keributan,namun untuk keamanan dan ketertiban polisi turut menjaga jalannya aksi ini. Warga tanah merah merasa hak mereka sebagai warga Jakarta telah dizolimi bahkan diperlakukan tidak adil oleh pemerintah DKI Jakarta karena mereka tidak diizinkan memiliki KTP DKI Jakarta karena tidak adanya Pejabat RT dan RW setempat, sehingga mereka tidak memiliki hak pilih dalam pemilukada mendatang. Warga tanah merah juga geram kepada calon yang mengatakan bahwa Jakarta hanya boleh dipimpin oleh orang betawi saja, menurut mereka statemen itu merupakan statemen yang tidak memiliki landasan kebangsaan sedikitpun. Siapapun yang punya kecakapan dan dipilih rakyat berhak memimpin Jakarta tanpa melihat asal daerahnya, karena Indonesia adalah Negara yang demokrasi serta Ber Bhineka Tunggal Ika.

Oleh: Ahmad Faisal

19.8.12

PETUALANGAN MIMPI


Tidak terasa sudah selama ini aku berjuang untuk dapat beasiswa pendidikan ke luar negeri, yaaahhhh.,., walaupun itu tadinya hanya berada dalam benak mimpi dan angan-angan, tetapi akhirnya sekarang dapat terwujud juga. 

Pertamakali menginjakkan kaki di salah satu Negara ( yang pastinya bukan di dalam negeri yahhh.,., !!!), 

waaaauuuuuuuuu.,.,.,.,.,.,.,!!!!!!! subhanallah.,., !!! Luar biasa.,.,.,.,!!! rasa kagum, gak percaya dan campur aduk dah., 
Sungguh aku belum yakin, anak kampung seperti ini dapat melanjutkan Study ke luar negeri. Pastinya kesempatan ini tidak akan aku sia-sia kan. 

Tidak membuang – buang waktu lagi aku pun langsung menuju ke asrama yang memang telah di sediakan oleh pihak universitas untuk para mahasiswanya. Kemas-kemas itulah yang aku lakukan pertamakali, sebelum selanjutnya jalan-jalan untuk melihat lingkungan di sekitar universitas. 

Hari demi hari sudah ku lewati dan ku jalani, dengan yaaaahhh.,.,!!! seperti biasa kerja keras dan ketekunan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Hehehe.,., maklum lah ini hanya satu kali dalam seumur hidup dan gak semua orang bisa dapat kesempatan ini, jadi buat apa di sia-sia kan.

(sambil melamun di dalam apartemen milikku...!!!). Waahhh.,. Tidak terasa sekarang sudah hampir 5 tahun aku manginjakan kaki ku di Negara ini, gelar S3 dan pekerjaan yang mapan sudah aku peroleh. Hmmmmm.,.,.,., seperti semuanya benar-benar dalam mimpi, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dengan kerasnya dan dengan suara langtang yang keluar. 

(Dok… dok…dooook………!!!!!!) 

(Saaahuuuuurrrrr….. sahhhuuuurrrrr……. Sahhhhhuuuuurrrrr… !!!!!!! Baangguuuunnn…!!!) 

Siaall, ternyata memang benar – benar mimpi….!!! Hmmm… dengan rasa agak kesal dan kecewa aku pun beranjak dari tempat tidur ku menuju meja makan, sambil memikirkan mimpiku yang luarrrrrrr biasa tadi. Tetapi sungguh PETUALANGAN MIMPI yang mengagumkan. 



Karya : Riski Nugroho Putra 

Janganlah Pernah Takut Untuk Bermimpi.,!! Karena Kesuksesan Itu Dimulai Dari Ketika Kita Memimpikannya.,.,!! (Riski Nugroho Putra)

12.5.12

KEMAJUAN = KEMUNDURAN ??


Hmm.,.,!! Benarkah kemajuan = kemunduran??.

Seperti yang kita ketahui sekarang adalah jaman modern , dimana semuanya serba canggih dan segala kebutuhan yang kita inginkan dapat kita temukan dengan mudah. Yang tadinya dalam menumpuh perjalanan membutuhkan waktu yang begitu lama sekarang menjadi lebih singkat.

Tapi apakah itu benar??

Ya.,meskipun benar semuanya menjadi instatnt tapi ada beberapa sisi negative/dampak dari kemajuan itu sendiri. Seperti semakin banyaknya seseorang membutuhkan waktu yang singkat dalam mencapai tempat yang di tuju, semakin banyaknya pula yang menggunakan kendaraan bermotor dan berakibat semakin panasnya bumi karena banyaknya polusi udara.

Kemudian semakin modern seseorang secara tidak langsung dia menanamkan ke egoisan pada dirinya yang hanya mementingkan diri/kelompoknya sendiri dari pada orang lain. Lalu, munculnya rasa Intantime, dimana seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dengan cara instant bagaimanapun caranya. Hilangnya rasa malu untuk melakukan kesalahan. Serta munculnya primitifisme dan yang terakhir semakin memudarnya budaya-budaya daerah.

Namun itu semua hanyalah sebagian dari beberapa kemunduran-kemunduran dari suatu kemajuan yang saya amati.

Dan pada akhirnya hanya dapat kita kembalikan pada diri kita masing – masing, ingin memandang kemajuan ini sebagai kemunduran atau memandang kemajuan ini yah memang suatu kemajuan yang positif hanya anda yang dapat menentukannnya. !!!



(Riski Nugroho Putra)

7.5.12

THE SECOND OPTION



Pilihan kedua hmmm….!!!

Banyak sekali orang yang memandang sebelah mata terhadap pilihan kedua ini, bahkan mereka hampir tidak ingin memikirkannya atau mengalaminya. Yahh… mungkin karena dalam pikiran mereka sudah berpikir buruk terhadap pilihan kedua ini.

Hmm…

Padahal tidak selamanya seseorang itu mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya atau memperoleh tingkat sempurna dalam pilihan pertama. Nah… pilihan kedua ini sangat membantu jika pilihan pertama tidak kita dapatkan. Yah… walaupun itu mungkin tidak sesuai dengan yang kita rencanakan sejak awal. Tapi memikirkan planning terburuk yang akan terjadi adalah tindakan yang bijak dari pada selalu memikirkan kesempurnaan. Yah.. ibarat sedia payung sebelum hujan.

Ingat …!!

Kita adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan.

So….,, Jangan jadi kan pilihan yang kedua itu adalah pilihan yang terpaksa. Karena siapa yang tau dari pilihan kedua itu kita dapat memperoleh kesuksesan bahkan dapat melibihi pilihan pertama. Yah.. asalkan kita sungguh – sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya.



( Riski Nugroho Putra)

Sumber gambar : digitalbaca.blogspot.com

25.4.12

KEPEMIMPINAN

A. Definisi Kepemimpinan.

Apakah kepemimpinan itu? Berbagai definisi telah disusun oleh banyak ahli, namun pada umumnya hanya terbagi menjadi 2 (dua) bagian saja, yaitu yang memandang kepemimpinan sebagai PROSES dan kepemimpinan sebagai SENI.

1. Kepemimpinan sebagai PROSES.

Kepemimpinan adalah “suatu proses yang kompleks dimana seseorang mempengaruhi orang-orang lain untuk menunaikan suatu misi, tugas, atau tujuan dan mengarahkan organisasi yang membuatnya lebih kohesif dan koheren." Mereka yang memegang jabatan sebagai pemimpin menerapkan seluruh atribut kepemimpinannya (keyakinan, nilai-nilai, etika, karakter, pengetahuan, dan ketrampilan). Jadi seorang pemimpin berbeda dari majikan, dan berbeda dari manajer. Seorang pemimpin menjadikan orang-orang ingin mencapai tujuan dan sasaran yang tinggi, sedangkan seorang majikan menyuruh orang-orang untuk menunaikan suatu tugas atau mencapai tujuan. Seorang pemimpin melakukan hal-hal yang benar, sedangkan seorang manajer melakukan hal-hal dengan benar (Leaders do right things, managers do everything right).

2. Kepemimpinan sebagai SENI

  • Kepemimpinan ialah "seni bekerja (tahu, mau, dan aktifbekerja) bersama dan melalui orang lain." 
  • Kepemimpinan ialah "seni pemenuhan kebutuhan orangyang dipimpin dalam melaksanakan pekerjaanmencapai tujuan bersama.” 
  • Kepemimpinan ialah "seni penggalangan yangdiwujudkan melalui kemampuan memadukangagasan, orang, benda, waktu, dan iman, untuk(melaksanakan pekerjaan/tugas) mencapai sasaranyang telah ditetapkan sebelumnya." 

Berikut ini definisi kepemimpinan menurut beberapa ahli :

Menurut George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Menurut William G.Scott (1962) kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Menurut John W. Gardner (1990) kepimpinan sebagai proses Pemujukan dimana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

Menurut H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure” kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

B. Tipe Kepemimpinan.
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis

Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

C. Teori Kepemimpinan.

1. Teori Timbulnya Kepemimpinan

Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :
a. Teori Keturunan (Heriditary Theory)
b. Teori Kejiwaan (Psychological Theory)
c. Teori Lingkungan (Ecological Theory)

Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat :

a. Teori Keturunan
Inti daripada teori ini, ialah :
  • Leaders are born not made.
  • Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan.
  • Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.
b. Teori Kejiwaan.
  • Leaders are made and not born.
  • Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.
  • Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.
c. Teori Ekologis
  • Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.
  • Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.
  • Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social.
  • Teori yang mendekati kebenaran.
2. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat.

Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

• Machiavelli
Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :
a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan
b. Peratuaran dan perundang – undangan
c. Pemindahan dan pengangkutan
d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan
e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.
f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan
g. Bertani dan pekerjaan lainnya.

• Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:
a. Wijana, sikap bijaksana
b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati
c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya.
e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas).
f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi.
g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi.
h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif.
i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang.
j. Disyacitra, Jujur terbuka.
k. Tancatrisan, tidak egoistis.
l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam.
m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran.
n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik.
o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan.

• Ajaran Hasta Brata.
Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah :
a. Sifat matahari (surya) Yaitu:
- Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk.
- Menjadi penerang selurah rakyat.
- Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa.
b. Sifat bulan (candra) yaitu:
- Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan)
- Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing.
c. Sifat Bintang (kartika) yaitu:
- Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan
d. Sifat Awan yaitu :
- Dapat menciptakan kewibawaan
- Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat.
e. Sifat Bumi yaitu:
- Ucapanya sederhana.
- Teguh, dan kokoh pendiriannya.
f. Sifat Samudera,yaitu:
- mempunyai pandangan yang luas
- membuat rakyat seia sekata.
g. Sifat Api (Agni) yaitu:
- Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu.
h. Sifat Angin (Bayu) yaitu :
- terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah.
- Bersikap adil terhadap siapa pun.

• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation, responsibility,achievement).


3. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku.

Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.

Ada beberapa tipe kepemimpinan.
1. Tipe Otoriter
Tipe ini mempunyai sifat-sifat:
a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin
b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin
c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin .
d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .
e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .

2. Tipe Demokratis
a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah .
b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.
c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .
d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta .
e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa .
f. Mengutamakan kerjasama .

3. Tipe Semuanya
a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .
b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .
c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin .
d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .
Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:

4. Tipe Militeristis
a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .
b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan .
c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .
d. Sukar menerima kritik .
e. Menggemari berbagai upacara .

5. Tipe Paternalistik
a. Bersikap melindungi bawahan .
b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .
c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif .
d. Bersikap maha tahu .

6. Tipe Karismatis
a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .
b. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .

Disamping teori yang telah dikemukakan diatas, ada teori lain yang Dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”.
Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Ketiga pola dasar tersebut :
1. Berorientasi tugas (task orientation).
2. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).
3. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation).

Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah:
1. Deserter
2. Bureaucrat
3. Missionary
4. Developer
5. Autocrat
6. Benevolent autocrat
7. Compromiser
8. Executive



Sumber :

13.2.12

NOTHING IS IMPOSSIBLE


Para pembaca sekalian, seperti yang kita ketahui bahwa dunia ini selalu berputar dan selalu berubah – ubah, kadang malam dan kadang siang. Sama seperti kehidupan kita sebagai manusia, yang selalu berubah – ubah dari yang buruk menjadi yang lebih baik dari yang berada di bawah berusaha berubah menjadi berada di atas.


Namun tentu saja itu tidaklah semudah saat membalikan telapak tangan kita, untuk menjadi yang lebih baik tentu saja membutuhkan sebuah pengorbanan, jika tidak ada pengorbanan maka tidak akan pernah menjadi lebih baik.


Kadang pengorbanan itu sangat terasa kejam, sampai – sampai rasanya kita ingin menyerah bahkan dapat mebuat kita berpikir “kenapa hidup itu tidak adil”??. Namun itu adalah pemikiran yang salah, karena hidup ini telah di ciptakan oleh Tuhan seadil – adli-Nya sebab Tuhan itu Maha Adil. Seberapa besar tingkat keberhasilan yang kita dapat itu sesuai dengan seberapa besar tingkat pengorbanan yang kita lakukan.

Bahkan orang – orang yang memiliki kekurangan dari pada diri kita dan kita pikir orang itu tidak akan penah menjadi apa – apa atau tidak akan pernah berhasil. Malah dapat menjadi seorang yang lebih yang sukses sampai – sampai melebihi dari diri kita. Tentunya orang itu pasti melakukan usaha dan pengorbanan yang lebih besar dari yang pernah kita lakukan sehingga dia bisa menjadi seperti itu.


So … jika kita ingin menjadi seorang yang sukses, menjadi orang yang berhasil dan menjadi orang yang lebih baik. Maka lakukanlah sesuatunya dengan sungguh – sungguh, dan mau berkorban. Tentunya harus diselingi dengan DOA, dan ingatlah “Bahwa Segala Sesuatu Itu Tidak Ada Yang Mustahil”.


Berikut ada sedikit cuplikan Video yang dapat kita ambil pelajaran positif di dalamnya :














( Riski Nugroho Putra )

Sumber Gambar : krconnect.blogspot.com
Sumber Video : http://www.youtube.com/

3.2.12

JENDRAL YANG TAK PERNAH SAKIT


“Kemewahan adalah permulaan keruntuhan, kesenangan melupakan tujuan, Irihati merusak persatuan, keangkaramurkaan menghilangkan kejujuran” ( Jenderal Soedirman)
Kata-kata itu adalah kata yang diucapkan Jenderal Soedirman, beliau memang seorang tokoh yang sangat dikagumi khususnya di kalangan militer walaupun sebenarnya beliau bukan lulusan akademi militer, beliau selalu siap berjuang untuk bangsanya walaupun harus ditandu, walau harus sakit keras meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta . Pernah disuatu perang Soekarno melarang ia ikut bertempur namun Jenderal Soedirman dengan lantang berkata “Soedirman memang sakit,tetapi jenderal besar tidak pernah sakit”.
Sifat beliau ini sudah jarang kita temukan di zaman sekarang, seharusnya sifat ini diteladani oleh semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, bahkan kesehatannya sendiri. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Tjokropranolo, pengawal pribadinya semasa gerilya, sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan Negara. Sudah jarang pribadi seperti itu di zaman sekarang kita seakan melupakan perjuangan beliau untuk republik ini kita sudah teralalu terlena dengan kemajuan zaman sehingga lupa akan perjuangan pendahulu kita terdahulu jika Soedirman sangat mendahulukan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan sendiri namun sekarang terbalik lebih banyak orang yang mendahulukan kepentikan pribadi, golongan, maupun partainya dibanding kepentingan masyarakat luas.
Apa yang akan dikatakan Jenderal Soedirman jika ia masih hidup sekarang dan melihat keadaan bangsa kita yang seperti ini?
( Ahmad Faisal Ramadhan )

Sumber gambar : awalsholeh.blogspot.com

KETIKA HUTAN PINDAH KE KOTA

Ketika Hutan Pindah ke Kota,

Maka hukum rimba pun akan diberlakukan, Dimana yang terkuat dialah yang akan menang untuk berkuasa dan mengatur segalanya.


Ketika Hutan Pindah ke Kota,

Maka tidak ada lagi rasa kasihan dan kepedulian terhadap sesama. Kejahatan, kerusuhan, dan kekerasan sudah menjadi aktivitas yang biasa.


Ketika Hutan Pindah ke Kota,

Maka tidak ada lagi rasa toleransi antarsesama dan umat beragama. Bahkan rasa kebencian dan sensitivitas terhadap sesama semakin kuat.


Ketika Hutan Pindah ke Kota,

Maka kesenjangan sosial semakin antara Kaya dan Miskin semakin jauh bertambah. Sebab yang berkuasa semakin buta oleh harta dan masyarakatnya semakin merana.


Ketika Hutan Pindah ke Kota,

Maka segala cara akan dilakukan. Demi untuk mengisi kebutuhan perut yang selalu diminta.




Hmmm,,.

Apakah ini yang diingikan??



( Riski Nugroho Putra)


Sumber gambar : wildanakko.blogspot.com

2.2.12

JARAK YANG SEMAKIN LAMA SEMAKIN BESAR

“ Bek rumah lu jauh banget” kata ku kepada Bekti

“Udah sabar gua bawa lu muter” jawab Bekti

“beehh akhirnya nyampe juga bek” balas ku

“ lu liat sal tadi ada rumah yang gede tapi ga lama lu liat pemukiman kumuh ?”Tanya Bekti

“iya bek” jawab ku

“ Kesenjangan social udah bener-bener keliatan sal”



Kesenjangan social mungkin hal ini tidak asing bagi kita yang hidup di perkotaan, terlihat sangat jelas dimana satu golongan hidup sangat mewah,fasilitas memadai namun di satu sisi ada kelompok masyarakat yang hidup sangat terbatas bahkan bisa dibilang kurang.

Tembok besar yang menghalangi antara si kaya dengan si miskin terlihat jelas mereka seakan tertutup dengan si miskin mereka hanya bergaul dengan yang sederajat dengannya, mall- mall besar berdiri, perumahan elite berdiri, namun tidak jarang dibalik itu semua terdapat pemukiman kumuh berdiri warga miskin hanya bisa melihat itu semua dengan pandangan sayu dan berharap ada rezeki disitu. Ini adalah tugas kita semua untuk memperpendek jarak kesenjangan itu terlebih lagi mereka yang dulu berkampanye untuk mengentaskan kemiskinan, untuk mensejahterakan mereka namun kenyataannya sekali lagi mereka hanya jadi korban kampanye.

Belum lagi sifat masyarakat kita yang sudah konsumtif memperparah keadaan mereka semakin lupa dengan keadaan saudaranya yang miskin bisa dilihat bagaimana satu kelompok mengantri membeli barang mahal tapi di satu sisi harus mengantri hanya untuk mendapatkan sembako. Sudah saatnya pemerintah lebih peduli terhadap nasib mereka dan sudah saatnya kita peka terhadap kesenjangan social yang terjadi di masyarakat kita.


( Ahmad Faisal Ramadhan )


Sumber gambar : noenkcahyana.blogspot.com

CAHAYA DALAM KEGELAPAN

Seperti di pagi – pagi biasanya, desa itu selalu di penuhkan oleh aktivitas – aktivitas masyarakatnya, untuk memenuhi kebetuhan keluarga mereka.

Tapi pagi itu ada yang berbeda, karena tampak di dekat sungai seseorang yang sedang memetik buah kelapa. Memang orang memetik buah itu adalah hal yang biasa, tapi yang menjadikannya istimewa adalah orang yang memetik kelapa itu. Karena saat diperhatikan dengan seksama ternyata orang itu tidak sesempurna dengan diri kita, tepatnya dia adalah seorang tunanetra. Yah… walaupun sulit untuk dibayang kan, tapi itu lah kenyataannya.

Kita panggil saja nama orang itu Pak Adi, dia memang adalah seorang tunanetra yang sudah dia dapatkan sejak dia di lahirkan. Pak Adi ini sudah berkeluarga dan sudah di karunia seorang anak yang normal usianya kira – kira 5 tahun.

Kembali kecerit, setiap harinya Pak Adi harus pergi mencari nafkah untuk keluarganya, yah… walaupun dalam keterbatasan Pak Adi melakukan pekerjaanya layaknya seperti orang bisa. Memetik kelapa adalah salah satu dari beberapa pekerjaan yang dia lakukan. Wah … padahal untuk jalan menuju tujuannya saja harus susah payah, apalagi di tambah untuk mencari dan memanjat pohon kelapa. Tapi dia selalu berhasil melakukannya dengan mudah seperti tidak ada halangan baginya.

Mungkin karena dia yakin bahwa Tuhan selalu ada disisi setiap hamba –hambaNya yang berjuang untuk menghidupi keluarganya. Sehingga seolah – olah ada cahaya yang menuntun langkahnya tiba ditempatnya mencari nafkah.

Ada sebuah angan yang selalu membuatnya bersemangat dalam setiap langkahnya. Yaitu, dia ingin suatu saat nanti dia dapat menyekolahkan anaknya hingga selesai, agar anaknya tidak seperti dia dan dapat merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik.

AMIN….!!!


( Riski Nugroho Putra )


Sumber gambar :  fiksi.kompasiana.com

DESAKU SAYANG DESAKU MALANG

Jakarta, sebuah kota yang di dalamnya penuh dengan sejuta janji namun janji itu hanyalah sebuah janji yang berakhir pada kekecewaan, tiap tahun banyak warga desa berurbanisasi ke kota hanya untuk mencoba suatu peruntungan dan berharap mereka akan sekses di tanah rantau. 

Banyak dari mereka yang harus pulang dengan kebahagiaan namun tidak sedikit pula yang harus pulang ke tanah asal dengan wajah lesu. Mengapa mereka harus merantau? Pertanyaan ini yang selalu terlintas di pikiran kita padahal desa adalah suatu asset yang sangat luar biasa jika kita mau gali dan kita mau kembangkan namun itu semua hanya sekedar wacana pemerintah ketika berkampanye ketika mereka menjadi calon mereka menjanjikan pemerataan, pekerjaan, sekolah gratis , dan kesehatan gratis namun janji hanya tinggal janji desa hanya dijadikan tempat kampanye yang berujung pada kekecewaan yang terjadi pada penduduk desa. 

Desa yang semula ramai harus kembali sepi karena ditinggal pemudanya merantau, desa yang memiliki sejuta potensi yang bisa menghidupi mereka dan membangun desa mereka harus ditinggal pemudanya merantau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, sudah seharusnya lah pemerintah daerah dan pusat memperhatikan pemerataan di desa karena desa adalah asset jika desanya saja ditinggal para pemudanya bagaimana bisa mereka membangun desanya seperti yang terjadi di salah satu kampong di Dampit, Malang.

Mereka harus putus sekolah hanya untuk membantu orang tuanya melaut jikapun bersekola perjalanan dan akses jalan yang sangat susah menghambat mereka, “ Ya anak saya sekolah ga sekolah juga nanti sama kaya bapanya jadi nelayan” tukas seorang ibu yang tinggal di desa itu. Mendengar statement tadi seakan mengisyaratkan mereka sudah lelah dan pasrah dengan keadaan mereka,senada dengan statement itu “Males ka sekolah mendingan kerja dapet duit” kata seorang anak yang tinggal Muara Kamal sangat ironis sementara pemerintah sedang asik dalam perbaikan ruangan sedang asik renovasi ini itu banyak warganya yang harus hidup dalam kebodohan hanya karena tidak sekolah dan banyak desa yang tertinggal tetapi mengapa pemerintah seakan tutup mata pada fenomena itu? mengapa pemerintah hanya diam membisu ketika melihat fenomena itu? Bagaimana Indonesia mau maju jika pemudanya banyak yang tidak bersekolah? Bagaimana desa mau berkembang dan maju jika pemudanya merantau karena kesenjangan antara desa dan kota? Tidak salah jika akhirnya kita hanya menjadi budak di negeri sendiri karena kita kalah saing dengan orang asing yang datang ke Indonesia, susah saatnya kita peka terhadap itu semua. 

Buka mata kawan.

( Ahmad Faisal Ramadhan )

Sumber gambar : kotatumpang.blogspot.com

MAU DIBAWA KEMANA BANGSA INI ???

Hari Jumat Sore di BNI UNJ tempat biasa kami berkumpul dan bertukar pikiran entah kebetulan atau tidak topic yang dibahas sangat tepat yaitu tentang masa depan kami sebagai para pendidik dan masa depan bangsa yang sudah merdeka sejak tahun 1945 ini . sambil meminum kuku bima dan melahap gorengan kami terus berdiskusi dan membahas tentang perubahan,kami menganggap sertifikasi adalah penghambat untuk kami sebagai pendidik, mungkin benar jika harus ada kesamaan hak dalam mengajar tapi menurut kami, mereka yang tidak memiliki basic pendidikan hanya memberikan ilmu tanpa adanya sesuatu yang berbeda dan membuat murid menjadi termotivasi. Lalu tiba – tiba salah satu teman kami bernama Yudha bertanya “ Kira- kira negeri ini mau dibawa kemana ya,dan sampai kapan??” pertanyaan itulah yang kiranya sama ada pada pikiran kita semua, kita selalu dengar dari guru sd kita kalau Indonesia adalah bangsa yang subur, sumber daya melimpah ruah ,laut yang sangat bersahabat dan senantiasa mengeluarkan hasilnya yang baik tetapi pernyataan ini sangat berbeda jauh dengan kenyataannya, Negara kita terkenal dengan dengan korupsi yang sudah sangat mendarah daging, mahasiswa pun sebagai agent of change telah mulai lupa dengan tujuan dan cita-cita reformasinya.mereka seakan terlena dengan semua kesenangan semu yang diciptakan Negara kapitalis yang sudah mulai menjadi trend tanpa memikirkan rakyat kecil.


Jika kita ingat dahulu perjuangan para pahlawan kita untuk membangun negeri yang bernama “Indonesia” ini maka kita akan melihat perjuangan mereka yang sangat gigih dari segi diplomatis dan militer. Contohnya Tan Malaka yang berkeliling dunia dan dikejar polisi rahasia untuk terus memperjuangkan negeri jajahan. Jenderal Soedirman yang terus bergerilya sampai ia harus ditandu untuk ikut bergerilya. Apa kata mereka jika melihat Negara kita yang sekarang ? mungkin mereka akan menangis jika melihat Negara kita seperti ini, negeri yang dahulu sangat mereka perjuangkan bahkan sampai rela mengorbankan harta,nyawa,waktu,dan keluarga demi satu kata “ Merdeka” sekarang telah menjadi Negara yang sangat rusak dengan kemiskinan yang merajalela,kesenjangan social yang semakin tinggi, KKN yang semakin mendarah daging, harga yang semakin mahal,dan semakin lupanya kita dengan perjuangan para pahlawan kita dulu.

Dan pantas jika kita bertanya “Mau Dibawa Kemana Bangsa ini??”

( Ahmad Faisal Ramadhan )

Sumber gambar : imanulamiq.wordpress.com