28.4.13

BINTANG ITU BERSINAR KETIKA GELAP


Yahh.,., ini adalah kata yang tepat untuk seorang pemuda yang mengalami kebutaan karena sebuah kecelakaan yang telah menimpanya. Tentunya bukan karena kebutaanya yang akan penulis angkat dalam tulisan ini, namun kisahnya lah yang penulis angkat.

Bahar,,, itulah nama panggilan akrab pemuda ini. Sekarang dia tengah duduk tengah menjalani study nya disalah satu Perguruan Tinggi. Sebelum insiden kecelakaan tersebut Bahar termasuk pemuda yang biasa – biasa saja, tidak jauh berbeda dengan pemuda – pemuda yang lain, bahkan bisa dibilang tidak ada yang special dari dirinya.

Walapun dia bukan anak yang special, namun dia memiliki yang luar biasa, yaitu dia ingin melanjutkan studynya ke Luar negeri dan ingin memberangkatkan Haji kedua orang tuanya.

Tetapi suatu ketika dia mendapatkan musibah yang membuatnya harus kehilangan indra penglihatanya. Yahhh…. Tentunya musibah itu membuatnya putus asa dan bahkan dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu, sudah banyak sekali yang memberikan semangat dan dukungan untuk dirinya agar tidak berputus asa. Lalu dia pun teringat tentang mimpi – mimpinya ketika masih bisa melihat dulu.

Dan membuatnya bangkit dan keluar dari keputus asaannya selama ini. Project demi project pun telah dia buat dan juga telah dia lakukan, tentunya bukan dengan hal yang mudah. Suatu ketika ada seorang teman yang mellihat kisah perjuangan hidup dirinya, orang itu pun meminta ijin kepada dirinya untuk memasukkan kisahnya ke dalam sebuah cerita (novel).

Disinilah awal titik balik dari itu semua, dia pun akhirnya menjadi seorang yang special bahkan luar biasa. Karena menjadi seorang pembicara dan seorang inspirator untuk setiap orang. Tanpa dia ketahui datanglah seseorang yang menawarkan beasiswa Stydu ke Luar negeri untuk dirinya . Tanpa pikir panjang dia pun menerima beasiswa itu, karena itu adalah salah satu mimpinya dulu. Dan akhirnya setelah sekian lama perjuangannya ini dia akhirnya bisa mewujudkan semua mimpi – mimpinya termasuk memberangkatkan Haji kedua orang Tuanya.

Karya : Riski Nugroho Putra



16.3.13

SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR

Jika dibaca judulnya terdengar aneh, lucu, dan unik memang. Yaahhh…. Apa mau dikata inilah realita yang terjadi saat ini di negeri ini. Dari tawuran sampai bentrok sering terjadi dibeberapa tempat. Entah apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti itu. Seperti sudah menjadi budaya.

Bahkan pelakunya pun tidak sedikit adalah orang – orang yang “katanya” berintelek, orang – orang yang “katanya” mengerti hukum, seperti msyarakat, pelajar, “mahasiswa”, dan terkhir bahkan sampai aparat .Apa ketika melakukan itu tidak ada sedikit rasa kasian kepada orang yang merek aniaya??? Atau apa mereka tidak berfikir berapa kerugian yang dihasilkan terhadap tidakan bodoh itu??? Kenapa tidak mengandalkan musyawarah dari pada mengandalkan emosi sesaat?? Apakah nilai – nilai bermusyawarah di negeri ini telah hilang??

Hmmmm…. Cukup ironis….!!!!

Yah tidak heran jika disamakan “SEPERTI NEGERI PARA GLADIATOR”.

Hahaha…. Memalukan !!!

Inilah Negeriku….!!!

Padahal dari pada mempertajam perbedaan kenapa tidak memperdalam persamaan?? Kebebasan itu bukan berarti kita dapat melakukan sesuatu seenak hati kita. Tapi kebebasan itu adalah dimana kita bisa saling merangkul beepegangan tangan satu sama lain, tanpa melihat perbedaan dan dapat melakukan sesuatu hal yang positif untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.


(Karya : Riski Nugroho Putra)

10.3.13

SO CLOSE

Perjalanan seorang anak yang terlahir dengan serba keterbatasan, bahkan diusianya yang bisa dibilang masih belum cukup dewasa dia harus tinggal dengan seorang adik dan neneknya yang tua renta karena ibu dan ayahnya pergi meniggalkannya.

Hmmm….!!!

Entah apa yang dipikirkan orang tua anak itu sehingga mereka meniggalka dia dan adiknya dengan seorang nenek yang tua renta hingga bertahun-tahun lamanya.

Hari demi hari pun mereka jalani dengan kesederhanaan ini. Anak itu selalu menagis dalam hatiya ketika dia melihat neneknya yang selalu bekerja keras untuk mencarikan dia dan adiknya sesuap nasi untuk dimakan.

Oleh karena itu dia berfikir untuk melakukan sesuatu yang bisa merubah kehidupan dia, adik, dan neneknya. Satu, dua, tiga dan beberapa tempat telah dia jejaki untuk mencari pekerjaan apapun yang bisa dia lakukan.

Kemudian dia mencoba pekerjaan menjadi seorang penjual minuman dan pelayan café disekitar rumahnya. Yah.. karena disekitar rumahnya banyak terdapat café – café. “Menyelam sambil minum air” itu yang dia tanamkan dalam hatinya. Karena café tempat dia bekerja setiap hari selalu saja ada penyanyi yang tampil di café itu, jadi dia mempunyai keinginan untuk bisa belajar tetang music dan cara bernyanyi dari penyanyi – penyanyi itu.

Butuh waktu yang lama untuk dia bisa mengusai semua tahnik – tehnik itu. Tanpa terasa diapun akhirnya bisa menguasai itu semua dan kemudia dia mencoba bernyanyi di tempat kerjanya itu, sampai – sampai dia tidak lagi menjadi pelayan karena telah di kontrak oleh manager café sebagai penyanyi tetap ditempat itu.

Tanpa terasa sudah beberapa lama dia menjadi penyanyi tetap di café itu, Kemudian keinginan barunya pun muncul yaitu ingin merasakan bernyanyi di panggung besar. Dan tempatnya itu berjarak sekitar 1 KM dari rumahnya. Dia selalu berprinsip “Susah sih, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Selama saya tidak mengatakan saya tidak bisa, pasti saya akan bisa mencapainya”.

Dengan perjuangan yang berat dan melahkan akhirnya dia bisa mencicipi benyanyi di panggung besar itu dan menjadi seorang penyanyi terkenal. Dan bisa merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih dari cukup.

Bahwa sebenarnya tidak ada jarak yang jauh untuk meraih mimpi dan cita-cita kita, bahkan jaraknya BEGITU DEKAT di depan mata kita. Tinggal seberapa keras kah kita untuk meraihnya.

(Karya : Riski Nugroho Putra)

31.1.13

PENGENALAN KONTROL INPUT/OUTPUT


A. Definisi dan Persyaratan Kontrol I/O. 
Sebuah system kontrol I/O bertujuan untuk memberikan bantuan kepada user untuk memungkinkan mereka mengakses berkas, tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. Kontrol I/O menyangkut manajemen berkas dan paralatan manajemen yang merupakan bagian dari system operasi.

B. Tujuan dari Sistem Kontrol I/O.
  1. Memelihara directori dari berkas dan lokasi informasi. 
  2. Menentukan jalan bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder. 
  3. Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpanan sekunder. 
  4. Menyiapkan berkas penggunaan input atau output telah selesai. 
C. Channel.

Pada kebanyakan system computer, cpu tidak dibebani mengenai tugas yang berhubungan dengan I/O. Tetapi tanggung jawab untuk kontrol peralatan diserahkan pada prosesor I/O, yang dikenal sebagai saluran I/O (I/O chanel).
Saluran I/O itu sendiri merupakan prosesor yang sudah deprogram. Program-program yang di execute ini disebut channel program. Channel program ini menentukan operasi, yang diperlukan untuk mengakses peralatan dan mengontrol jalur data (data pathway).


D. Macam – macam Channel. 

a. Selector Channel.

Dapat mengatur aliran data antara memori utama dengan sebuah peralatan pada saat tersebut. Karena saluran merupakan processor – processor yag cepat maka saluran selector biasanya hanya menggunakan peralatan I/O dengan kecepata tinggi, seperti disk. Penggunaan peralatan dengan kecepatan rendah, missal card reader.

b. Multiplexor Channerl.

Dapat mengatur aliran data antara memori utama dengan beberapa peralatan. Saluran Multiplexor lebih efektif bila menggunakan peralatan dengan kecepatan rendah, dibandingkan dengan selector channel. Dengan saluran multiplexor, beberapa peralatan dapat diaktifkan secara serentak, tetapi saluran harus melengkapi saluran program untuk satu peralatan sebelum memulai dengan saluran program lain.

c. Block Multiplexor Channel.

Mengatur aliran data ke berbagai peralatan. Block Multiplexor Channel dapat mengeksekusi satu instruksi dari saluran program untuk satu peralatan, kemudian dapat mengalihkan instruksi-instruksi dari saluran program itu ke peralatan yang lain.

D. Macam-macam Device

a. Dedicated Device. 

Digunakan untuk pengaksesan oleh satu orang pada setiap saat.
Contoh : Terminal.

b. Shared Device.

Digunakan untuk pengaksesan oleh banyak pemakai secara bersamaan.
Contoh : Disk.

Aktifitas I/O untuk shared device adalah sangat kompleks dibanding aktifitas I/O pada dedicated device. Dua fungsi yang sangat penting dari shared device adalah alokasi tempat dan pemberian akses yang tepat.

Sumber : Widiastuti Skom. MMSI./BerkasAkses.8

15.11.12

KONSEP SISTEM

1. Definisi Sistem. 

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Contoh :
  • Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware 
  • Sistem Akuntansi 

Definisi sistem menurut para ahli :

a. Ludwig Von Bartalanfy
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

b. Anatol Raporot
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

c. L. Ackof
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

d. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

e. John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.

f. C.W. Churchman
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.

g. J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.

h. Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.


2. Syarat – Syarat Sistem.
  • Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan. 
  • Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan 
  • Adanya hubungan diantara elemen system 
  • Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen system.
  • Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen 


3. Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 :

a. Sistem Fisik ( PHYSICAL SYSTEM ) :
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh :
  • Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang menjalankan transportasi
  • Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data. 
b. Sistem Abstrak/Konsep ( ABSTRACT SYSTEM) :
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh :
Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.


4. Karakteristik Sistem.

a. Organisasi
b. Interaksi
c. Interdependensi
d. Integrasi
e. Tujuan pokok

a. Organisasi
Mencakup struktur dan fungsi organisasi
Contoh :
- Struktur, terdiri dari sub-subsistem

- Fungsi, organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya fungsi dari setiap bagian maupun sub bagian.
Contoh :
- Fungsi direktur utama.
Bertanggung jawab penuh terhadap mati atau hidupnya perusahaan yang dipimpinnya.

- Fungsi departemen marketing.
Bertanggung jawab penuh atas kelancaran pembuatan produk dengan jalan mencari langganan pembeli.

- Fungsi departemen keuangan dan administrasi.
Bertanggung jawab atas kelancaran pengeluaran keuangan perusahaan.

b. Interaksi
Saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
Contoh :
SA dengan P dengan DE dan sebaliknya.
SA : Sistem Analis, P : Programmer, DE : Data entry.

c. Interdependensi
Bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang lainnya.
Contoh :
Bagian marketing saling bergantung dengan bagian produksi dan bagian keuangan dan administrasi dalam hal penagihan pada customer.

d. Integritas
Suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.
Contoh :
Bagian marketing mendapat pesanan 100 buah mobil tapi hanya mampu menyediakan 50 unit. Untuk menangani masalah ini diadakan kerjasama dengan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama.

e. Main objection ( tujuan utama )
Pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.
Contoh : suatu perusahaan memerlukan pemusatan tujuan.


5. Metode Sistem.

a. Blackbox Approach

Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi.
Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam ( yang menangani ) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem ini terdapat pada subsistem tingkat terendah.

Contoh : bagian pencetakan uang, proses pencernaan.

b. Analityc Sistem

Suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak efektifan dan biaya.

Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini :

a). Menentukan identitas dari sistem
- sistem apa yang diterapkan
- batasannya
- apa yang dilaksanakan sistem tersebut

b). Menentukan tujuan dari sistem
- output yang dihasilkan dari isi sistem
- fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi lingkungan

c). Bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari masing-masing bagian tersebut
- tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas
- cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem lain

d). Bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling berhubungan menjadi satu kesatuan




Sumber :
  1. http://luphmama.wordpress.com/2010/02/15/pengertian_sistem/
  2. http://ariebrain.wordpress.com/2010/03/06/sistem/