1.1.14

DATA FLOW DIAGRAM OF THE COMPOSITE MAP CONSTRUCTION PROCESS


Pada gambar data flow diagram di atas merupakan diagram the composite map construction process. Dimana terdapat beberapa sumber ekternal yang di inputkan (masukkan). Sumber eksternal pertama ada Linkage Data yang mempunyai dua alur data, alur pertama berupa pedlegree dan genotypes yang kemudian akan diproses pada Two-Point Analysis. Hasil proses tersebut akan disimpan pada database Chromosome Assigments, setelah disimpan data pada database tersebut diambil untuk diproses oleh Multipoint Linkage Analysis yang kemudian akan menghasilkan Linkage Maps.

Padas umber ekternal kedua, ada data yang diperoleh dari Bovine Sequence yang kemudian akan diproses oleh Match Markers. Kemudian data tersebut diproses kembali pada Resolve Assignments, dan data tersebut dikembalikan ke Macth Markers dan sisanya diberikan ke Joint Linkage / RH Multipoint Analysis untuk diproses. Proses di Joint Linkage / RH Multipoint Analysis merupakan proses gabungan yang datanya di dapat juga dari BAC Fingerprint Map dan Genome Sequence yang berupa Ordering Hints. Setelah diproses menjadi satu data tersebut disimpan pada Consenesus Order Independent Scales., dan diproses oleh Project to Common Scales yang akan menghasilkan Composite Linkage / RH Maps.

Sumber eksternal yang ketiga merupakan data yang diperoleh dari RH Data, seperti Marker ID dan Primer Sequence yang diproses pada Match Markers. Dan Vectors yang diproses pada Two-Point Analysis, lalu data yang diproses pada Two-Point Analysis disimpan pada Chromosome Assignments dan diproses kembali oleh Resolve Assignments. Data hasil prosesan tersebut di kembalikan ke Chromosome Assignments untuk disimpan. Setelah itu Multipoint RH Analysis mengambil data tersebut untuk diproses dan menghasilkan RH Maps.

2.12.13

DATA FLOW DIAGRAM ( DFD)

A. PENJELASAN DFD.

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. 

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


B. FUNGSI DFD.


Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
  • Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

C. KOMPONEN DFD.


DFD memiliki 4 komponen yaitu:

1. Proses.
  • Menggambarkan bagian dari sistem yang mengubah input menjadi output.
  • Disimbolkan dengan lingkaran.
  • Pemberian nama untuk proses dapat dilakukan dengan menggunakan satu kata tunggal atau kalimat sederhana.
2. Alur Data.
  • Menandakan perpindahan data dari suatu bagian ke bagian lain.
  • Di simbolkan dengan anak panah.
  • Di beri nama di bagian samping anak panah.
3. Data Store.
  • Untuk pengumpulan data.
  • Simbol 2 garis horizontal sejajar secara parallel.
  • Menunjukan nama filenya.
  • Suatu alur ke data store dapat di artikan sebagai writing,updating atau deleting.
4. Terminator.
  • Merupakan sumber atau tujuan alur data.
  • Di kenal sebagai entity atau external entity.
  • Di simbolkan persegi panjang.
  • Dapat berupa 1 atau sekelompok orang.
D. SYARAT – SYARAT PEMBUATAN DFD.

Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
  1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
  2. Pemberian nomor pada komponen proses.
  3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
  4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
  5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.
E. PENGGAMBARAN DFD.

Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :

1. Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat di sistem.
2. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar.
3. Buat Diagram Konteks (diagram context). Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya :
  • Tentukan nama sistemnya.
  • Tentukan batasan sistemnya.
  • Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
  • Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.
  • Gambarkan diagram konteks.
4. Buat Diagram Level Zero. Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :
  • Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan diagram level zero. ( Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses)).
5. Buat Diagram Level Satu. Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
  • Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Gambarkan DFD level Satu. (Hindari perpotongan arus data dan beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya).
6. DFD Level Dua, Tiga, ... . Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level satu.




Sumber : 



3.11.13

DFD WARUNG AGEN

DFD di bawah ini merupakan DFD dari Warung Agen yang sistemnya sudah di bahas di tulisan Sebelumnya...!!!


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI part 2

5. MEMAHAMI DAN MENDESAIN DATA AKUNTANSI.

A. MENDOKUMENTASIKAN FILE TRANSAKSI.

a. Pedoman untuk Mengidentifikasi Perlunya Tabel Transaksi :
  • Tentukan kejadian – kejadian di dalam proses.
  • Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat di dalam sistem.
  • Keluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencangkup penggunaan data yang telah dicatat di dalam SIA.
  • Keluarkan kejadian pemeliharaan.
b. Kejadian dan Tabel Induk.

Biasanya, sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan tabel transaksi maupun tabel induk. Daftar berikut ini akan diperluas dengan menambahkan tabel induk kas dan buku besar.
  • Barang / jasa.
  • Agen.
  • Kas.
  • File induk buku besar.
Salah satu alasan pembuatan tabel induk adalah untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan.

B. ATRIBUT dan HUBUNGAN.

a. Kunci Utama.

Kunci utama (primary key) adalah atribut – atribut yang secara unik mengidentifikasikan record di tabel. Ketika record ditambahkan ke tabel, setiap record digunakan sebagai nilai kunci utama yang hanya mengidentifikasikan record tersebut.

b. Kunci Asing.

Kunci utama (foreign key) adalah field di tabel yang merupakan kunci utama di beberapa tabel lainnya. Kunci asing digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya dan juga di gunakan untuk menghubungkan dua kejadian yang terjadi dalam suatu urutan.

c. Hubungan Antatabel.

Kardinalitas hubungan menunjukkan berapa banyak keterjadian dari satu jenis entitas (kejadian, sumber daya atau pelaku) dihuungkan dengan jenis entitas lainnya.
  • Hubungan satu dengan satu.
  • Hubungan satu dengan banyak.
  • Hubingan banyak dengan banyak.
C. PENDESAINAN DATA dengan DIAGRAM KELAS UML.

Empat langkah dasar yang perlu diambil untuk mengembangkan desain data dengan menggunakan diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel (file) transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Letakkan tabel(file) induk yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  • Tentukan hubungan antartabel.
  • Tentukan atribut yang diperlukan.
  • Hubungkan tabel – tabel terkait dengan menambahkan kunci asing ke salah satu pasangan dalam hubungan tersebut.
6. MEMAHAMI DAN MENDESAIN QUERY DAN LAPORAN.

A. QUERY.

Query adalah elemen penting basis data relasional. Bahasa query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yang lebih terstruktur.
  • Structured Query Language (SQL) merupakan bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional.
  • Query by Example (QBE) suatu pendekatan yang lebih sederhana, meskipun kurang kuat, untuk berkomunikasi dengan basis data. Perancangan menentukan output yang diinginkan dari satu tabel atau lebih dengan menggunakan sebuah grid.
B. SPESIFIKASI QUERY.
  • Query Satu Tabel.
  • Query Banyak Tabel.
C. JENIS – JENIS LAPORAN.
  • Laporan Daftar Sederhana (Simple List Report ). Daftar transaksi penjualan.
  • Laporan Perincian yang Dikelompokkan (Grouped Detail Report ). Daftar transaksi penjualan yang dikelompokan menurut jenis produk yang dijual, dengan subtotal untuk setiap jenis produk.
  • Laporan Ringkasan (Summary Report). Hanya memberikan ringkasan angka – angka penjualan, seperti total penjualan untuk setiap produk, tanpa mendaftar masing – masing transaksi penjualan.
  • Laporan Entitas Tunggal (Single Entity Report). Seperti faktur penjualan hanya memberikan perincian mengenai satu kejadian.
a. Tata Letak Laporan.
  • Header halaman (page header). Dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak dibagian atas setiap halaman.
  • Kotak label dan kotak halaman. Kotak label (label box) menampilkan teks deskriptif dan tidak terpengaruh oleh data didalam tabel. Kotak teks (text box) menampilkan data yang diambil dari tabel.
  • Mengelompokkan atribut. Laporan berkelompok adalah laporan yang dikelompokkan menurut sesuatu.
  • Header kelompok (group header). Dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang umum bagi kelompok tersebut.
  • Perincian kelompok. Transaksi yang berkaitan dengan kelompok disebutkan di bagian perincian kelompok. 
  • Footer kelompok (group footer). Dapat digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat di dalam laporan yang dikelompokkan.
b. Isi Laporan.

Perancang harus menganalisi kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yang perlu dimasukkan di dalam setiap laporan. Lalu, tabel yang memuat unsur – unsur data yang diperlukan untuk laporan tersebut haru diidentifikasikan. Informasi laporan dapat juga dipilih berdasarkan kriteria.

D. LAPORAN KEJADIAN.
  • Daftar Kejadian Sederhana (Simple Event List) menyediakan daftar kejadian yang sederhana selama suatu periode waktu yang disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokkan atau subtotal.
  • Laporan Perincian Kejadian Dikelompokkan (Grouped Event Detail Reports) menampilkan daftar kejadian selama suatu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen.
  • Laporan Ringkasan Kejadian (Event Summary Report) meringkas data kejadian menurut berbagai parameter. Contohnya adalah penjualan yang diringkas menurut bulan atau penjualan yang diringkas menurut pelanggan.
  • Laporan Satu Kejadian (Single Event Report) menyajikan perincian mengenai satu kejadian. Sering kali, laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok.
E. DAFTAR ACUAN dan LAPORAN STATUS.

a. Daftar Acuan (Reference List) hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk.
b. Laporan Status (Status Report) menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status perincian berkelompok (grouped detail status report) menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasaatau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan.
  • Laporan ringkasan status (summary status report) mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen.
  • Laporan status satu barang / jasa / agen (single products / service / agen status reports) biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas.
F. LAMPIRAN.

Menggunakan Pola Navigasi untuk Mendesai Query.
  • Identifikasi record yang memenuhi kondisi tertentu.
  • Identifikasi record dimana nilai pada atribut satu tabel sesuai dengan nilai beberapa atribut di tabel lainnya.
7. MEMAHAMI DAN MENDESAIN FORMULIR.

A. PERLUNYA FORMULIR.

Formulir menyajikan antar muka (interface) yang mudah digunakan untuk pengguna akhir. Pengguna akhir tidak harus mengetahui desain tabel atau mencari tabel – tabel yang diperlukan untuk menyimpan data mengenai kejadian tertentu.

B. HUBUNGAN ANTARA FORMULIR INPUT DAN TABEL.

Terdapat tiga hubungan antar tabel dan formulir :
  1. Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel.
  2. Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih.
  3. Dua tabel atau lebih untuk mencatat data di satu tabel.
C. JENIS – JENIS FORMULIR INPUT.

  1. Formulir Entri Satu Record (Single Record Entry Form) Hanya menampilkan satu record pada satu waktu. Formulir ini digunakan untuk menambah, menghapus atau memodifikasi data di satu record satu tabel tertentu.
  2. Formulir Entri Bentuk Tabel (Tabular Entry Form) menyediakan desain seperti kertas kerja untuk memasukkan banyak record di satu table.
  3. Formulir Entri Multitable (Multitable Entry Form) digunakan untuk menambahkan data ke lebih dari satu table.
D. CARA – CARA ENTRI DATA.
  • Agen internal mengetik data.
  • Agen internal memilih data untuk dimasukkan dengan menggunakan table pencarian (look-up table), tombol radio (radio button) atau kotak cek (check box).
  • Agen internal memindai kode batang (barcode) produk atau kartu identifikasi pelanggan.
  • Pengguna memasukkan data dengan menggunakan formulir di situs Web perusahaan. 
8. INTERAKSI DENGAN FORMULIR.

A. ELEMEN – ELEMEN ANTARMUKA FORMULIR.

Elemen antarmuka formulir (form interface elements) merupakan objek – objek pada formulir yang digunakan untuk memsaukkan informasi atau melakukan tindakan.
  • Kotak teks (text box).
  • Label.
  • Fitur pencarian (look-up feature).
  • Tombol perintah (common button).
  • Tombol radio (radio button).
  • Kotak cek (check boxes).
B. MENINGKATKAN AKURASI dan EFISIENSI ENTRI DATA.

Sepuluh pengendalian berikut ini dapat digunakan pada formulir entri untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi entri data.
  • Kunci utama.
  • Fitur pencarian.
  • Pemindaian.
  • Pemeriksaan record (record checking).
  • Konfirmasi (confirmation).
  • Integritas referensial.
  • Pemeriksaan format (format checks).
  • Aturan validasi (validation risk).
  • Default.
  • Melarang field kosong.
9. MENDESAIN FORMULIR.
  • Mengidentifikasi dan mendokumentasikan formulir yang diperlukan.
  • Menggunakan formulir entri data satu record.
  • Menggunakan formulir satu record.
  • Menggunakan formulir entri data bentuk table.
  • Menggunakan formulir entru multitable.

SUMBER : V.Rama Dasaratha / L.Jones Frederick."SISTEM INFORMASI AKUNTANSI".2008.Salemba Empat.Jakarta

29.10.13

SISTEM PADA WARUNG AGEN DENGAN DIAGRAM AKTIVITAS UML

Warung Agen yang merupakan salah satu bentuk UKM dalam bidang penjualan barang. Pelayanan pada konsumen dilakukan secara manual. Dimana, setiap ketersediaan barang dagang di gudang dicek dan diperiksa langsung oleh petugas / karyawan gudang, sedangkan ketersediaan barang dagang di warung toko di cek dan diperiksa oleh petugas toko tersebut.

Dimana jika ketersediaan barang yang ada di toko / warung sedang menipis atau tidak ada. Maka, petugas toko akan meminta barang dari gudang. Karyawan gudang selalu memesan barang – barang dagang dari para supplier.

Setiap penjualan barang dagang akan selalu dicatat dalam buku catatan dan kemudian setiap hari menjelang tutup, petugas toko akan membuat laporan penjualan yang akan diserahkan kepada manajer atau ke kepala toko tersebut.

Berikut ini Diagram Aktivitas UML pada Warung Agen :